Title
Trade Expo Indonesia 2017 Dibuka, Kukuhkan Peran Indonesia Dalam Perdagangan Global
Ditulis oleh Aprisindo   
Senin, 27 November 2017 06:45
Pameran dagang skala internasional terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 resmi dibuka Presiden RI Joko Widodo hari ini, Rabu , 11 Oktober 2017 di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD) , Tangerang, Banten . Dengan mengusung tema “Global Partner for Sustainable Resources”. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yakin Indonesia telah siap menjadi mitra penyedia sumber daya yang berkesinambungan bagi pelaku usaha dunia, yang ingin semakin menancapkan kuku di kancah perdagangan global.
        Fokus utama TEI adalah transaksi business-to-business yang bersifat jangka panjang dan bertaraf internasional. Tujuan akhir dari penyelenggaraan TEI adalah untuk meningkatkan ekspor Indonesia di kancah perdagangan internasional,”ungkap Mendag saat memberikan sambutan pada hari pembukaan TEI 2017 di Nusantara Room, ICE BSD
         Presiden Joko Widodo meresmikan pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-32 Tahun 2017 dengan membahas upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai perdagangan, ekspor dan investasi di Indonesia. Menurut Presiden menyebutkan tiga upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan perdagangan Indonesia yaitu pertama kualitas produksi dan pengiriman barang harus ditingkatkan.
"Pembeli itu memperhatikan aspek spesifikasi barang harus sesuai dengan pesanan, lalu on budget yang artinya harganya harus kompetitif dan cocok dengan anggaran dari pemesan serta on time, pengantaran yang harus tepat waktu," kata Jokowi dalam sambutan pembukaan TEI 2017. kedua yaitu perlunya menembus pasar-pasar non-tradisional untuk barang-barang Indonesia antara lain kawasan Afrika, Eurasia, Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Amerika Selatan.
           Presiden meminta agar KBRI di luar negeri memantau kebutuhan-kebutuhan negara lain yang dapat dipenuhi pengusaha Indonesia. Hal itu juga dapat melahirkan industri-industri baru di Indonesia yang tentu saja akan menambah lapangan pekerjaan. Kemudian yang ketiga, antisipasi dan segera lakukan adaptasi  terhadap pergeseran perdagangan dari offline ke online yang sekarang sedang terjadi. Perubahan digital memang sudah tidak bisa ditawar-tawar dan justru harus dirangkul untuk meningkatkan perdagangan kita," kata Presiden
           TEI 2017 digelar selama lima hari, yaitu pada 11-15 Oktober 2017. Menurut Mendag, panitia TEI telah menjadwalkan sekitar 33 penandatanganan kontrak dagang buying mission selama TEI berlangsung. Kontrak dagang berasal antara lain dari Arab Saudi, Malaysia, Mesir, Australia, Thailand, India, Brasil, Inggris dan Amerika Serikat. Perkiraan total nilai kontrak dagang adalah sekitar  USD 223 ,23 juta.
     Mendag juga menyampaikan bahwa buyer terbanyak yang telah mendaftar untuk mengunjungi TEI antara lain datang dari Nigeria, Arab Saudi , India, Pakistan, Bangladesh, Belanda, Malaysia, Afganistan, dan Australia.“ Hingga tanggal 10 Oktober 2017 ada 7.084 permintaan terhadap produk Indonesia pada TEI 2017. Permintaan terbesar sejauh ini adalah untuk produk makanan dan minuman ; produk dan jasa manufaktur ;serta furnitur, furnis, dan furnitur taman ,” kata Mendag.
Mendag menekankan tahun ini TEI 2017 sangat fokus mendatangkan buyer mancanegara. Untuk itu, Kemendag bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri melalui 132 kantor perwakilan RI di luar negeri, 23 atase perdagangan, 19 kantor Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), 1 Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia, serta 1 Konsul Perdagangan maupun KADIN negara-negara sahabat dalam menyebarluaskan informasi tentang penyelenggaraan TEI di mancanegara .
TEI 2017 menempati lahan pameran seluas 15.000 m2, cukup untuk menampung Peserta pameran yang mencapai 1.089 perusahaan nasional. Peserta pameran merupakan produsen , eksportir serta pemasok produk dan jasa terbaik dari Indonesia, mulai dari produk manufaktur, pertambangan, industri strategis, hingga kerajinan.
    Pada pembukaan TEI 2017 ini, Pemerintah memberikan apresiasi kepada eksportir berprestasi dalam bentuk Penghargaan Primaniyarta kepada 22 perusahaan yang giat melakukan ekspor . Sementara itu, Pemerintah juga akan memberikan penghargaan Primaduta kepada 33 buyers mancanegara yang loyal membeli produk-produk Indonesia. Penerima penghargaan Prima niyarta terbagi menjadi 4 kategori , yang meliputi: 1) Kategori Eksportir Berkinerja;  2) Kategori Eksportir Pembangun Merek Global; 3) Kategori Eksportir Pelopor Pasar Baru; dan 4) Kategori Eksportir Potensi Unggulan.