Title
Pameran Indo Leather & Footwear (ILF) tahun 2019
Ditulis oleh Aprisindo   
Selasa, 23 April 2019 06:30
Indo Leather & Footwear tahun 2019 merupakan pameran mesin produksi sepatu berteknologi, sepatu jadi, kulit dan produk kulit, komponen, assesories, terbesar di Indonesia yang diselenggarakan PT. Krista Media yang didukung oleh Aprisindo dan APKI. Pameran tahunan yang memasuki tahun empat belas ini diselenggarakan pada tanggal 4-6 April 2019 di JIExpo Kemayoran Jakarta.
        APRISINDO sebagai asosiasi yang mewadai lebih dari 230 anggota industri persepatuan serta pendukungnya, menaruh harapan kepada ILF agar acara ini diselanggarakan secara berkesinambungan dan dapat menjadi wadah pertemuan antara penjual dan pembeli sehingga pada gilirannya bisa menjadi kesepakatan bisnis hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Lany Sulaiman dalam sambutan pembukaan ILF 2019.
          Lebih lanjut Lany Sulaiman menyampaikan, Indonesia mempunyai potensi yang besar sebagai  produsen sepatu  didunia, dalam beberapa tahun terakhir ekspor alas kaki rata-rata  mencapai pertumbuhan 5,18 % , pada tahun 2018 ekspor alas kaki mampu menyentuh angka USD 5 milyar dan untuk lima tahun ke depan Aprisindo menargetkan angka ekspor alas kaki menembus USD 10 milyar, hal ini tentunya  jika pemerintah selalu mendukung  industri alas kaki. Pada tahun 2018 industri alas kaki mampu memberikan lapangan kerja sebesar 800.000 orang, maka potensi kontribusi alas kaki terhadap perekonomian nasional akan menjadi lebih besar jika mendapatkan dukungan yang kuat dan tepat dari pemerintah, tegas Lany.
       Sementara itu pada sambutannya, Direktur Industri Tekstil, Kulit dan Alas Kaki Muhdori menyampaikan, bahwa industri alas kaki dan barang jadi kulit yang didukung oleh industri penyamak kulit sebagai industri hulunya merupakan salah satu industri strategis dan menjadi prioritas untuk dikembangkan.         Disamping sebagai penghasil devisa negara, sektor industri ini juga dapat sebagai jaring pengaman sosial, karena mampu menyerap tenaga kerja mencapai 998.724 orang.  Lebih lanjut Muhdori menjelaskan kondisi persaingan global saat ini semakin terbuka, sehingga perusahaan dituntut untuk meningkatakan daya saing industrinya, baik melalui peningkatan kualitas atau standar produk yang dipersyaratkan oleh buyer dengan didukung system manajemen produksi yang efisien. Dengan langkah ini produk Indonesia akan lebih dapat bersaing dikancah pasar global. Untuk itu industri alas kaki harus meningkatkan daya sainggnya karena jika pelanggan puas maka orderpun akan berlanjut.    
           Selain kegiatan pameran, pada kegiatan ILF 2019 juga diadakan business maching antara anggota APRISINDO dan Asosiasi Tannery Pakistan beserta 20 pengusaha kulit Pakistan yang tergabung sebagai anggotanya, konferenci press APRISINDO,  pelatihan pembuatan sepatu,  tas dan lainnya.    Kegiatan pameran ini diikuti oleh 7 perusahaan anggota Aprisindo diantaranya PT. Buccheri, PT. Idea Baru Cemerlang, PT. Indo Eva Mitra abadi, CV. Jaya Mulya Sole, PT. Prima Bangun Nusantara, CV. Indo Shoes, dan PT. Trio Putra Utama.  
        Peran Aprisindo sebagai asosiasi, untuk membantu para anggotanya dan juga untuk menysukseskan pameran Indo Leather & Footwear yaitu dengan membuat Lounge yang berfungsi sebagai pusat untuk memberikan informasi kepada para pengunjung dan buyer yang mencari informasi tentang   industri persepatuan serta sebagai tempat bagi anggota yang  melakukan transaksi bisnis dengan buyer, pada lounge ada tiga perusahaan yang berpartisipasi dengan memajang produknya, diantaranya PT. Sepatumas Idaman, PT. Aerro Star dan PT. Anugrah Prima Perdana. (R)