Title
APRISINDO adakan Pertemuan dengan FTA CENTER
Ditulis oleh Aprisindo   
Jumat, 17 Mei 2019 03:43

Dalam rangka untuk meningkatkan ekspr alas kaki, khususnya kenegara-negara yang sudah melakukan perjanjian dagang dengan Indonesia melalui Free Trade Agreement (FTA) , serta untuk mengoptimalkan fasilitas FTA, APRISINDO yang diwakili Ketua Pengembangan Sport Shoes & Hub. Luar Negeri Budiarto, Sekretaris Jenderal Lany Sulaiman dan Direktur Eksekutif Firman Bakri Anom, serta redaksi Jurnal Aprisindo telah mengadakan pertemuan dengan tenaga ahli FTA CENTER Kemendag  yaitu Arie Putra, Annisa Nadhira dan Verli  pada tanggal 7 Mei 2019 di Kementerian Perdagangan.

Pada kesempatan tersebut Arif Putra menjelaskan bahwa FTA Center merupakan pusat informasi untuk mendorong perjanjian perdagangan seperti bilateral dan multilateral agar dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri alas kaki , khususnya ke negara-negara yang sudah melakukan perjanjian perdagangan dengan pemerintah Indonesia melalui FTA.

Lebih lanjut Arif menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan FTA Center ini yaitu sosialisasi dan advokasi yang akan diberikan bagi anggota APRISINDO yang ingin melakukan kegiatan ekspor, khususnya perusahaan UKM yang ada diwilayah Jabotabek, sebagai langkah awal FTA Center akan melakukan  seleksi pada 5 anggota perusahaan anggota yang diajukan APRISINDO untuk ditraining agar mereka bisa melakukan ekspor dan memanfaatkan fasilitas FTA seperti mendaptkan tariff rendah yang selama ini masih belum dimanfaatkan.

Sementara ketua pengembangan Sport shoes & hub. Luar negeri APRISINDO Budiarto menjelaskan bahwa perusahaan alas kaki terdiri dari dua macam, yakni perusahaan biasa atau sudah biasa melakukan kegiatan ekspor dan perusahaan  belum pernah melakukan ekspor, oleh karenanya diharapkan agar FTA Center bisa memfasilitasi untuk mencari market baru untuk membantu perusahaan-perusahaan anggota APRISINDO yang belum dan ingin mengembangkan pasar ekspor melalui IPTC yang ada dinegara-negara yang sudah melakukan perjanjian FTA, misalnya dengan adanya bussines maching dengan belibatkan IPTC dan buyer-buyer yang potensial.

Dengan adanya FTA Center ini diharapkan dapat mendorong industry alas kaki untuk dapat memanfaatkan fasilitas dari negara-negara yang sudah mengadakan FTA dengan Indonesia seperti mendapatkan fasilitas tariff yang rendah bagi pelaku industry alas kaki yang akan melakukan ekspor, ungkap, Budiarto.

Sementara sekjen APRISINDO Lany Sulaiman pada kesempatan tersebut menyampaikan, saat ini banyak anak muda yang kreatif untuk membuat sepatu, untuk itu perlu diadakan pelatihan dan training untuk mengembangkan sepatu, APRISINDO sebagai perkumpulan industry alas kaki mengharapkan bantuan dari FTA Center untuk membantu pengembangan industry alas kaki, seperti misalnya untuk lebih efesien yaitu dengan mencarikan pasar atau buyer bagi APRISINDO bagi perusahaan-perusahaan pemula yang akan mengembangkan pasar ekspor cukup susah dalam mencari buyer baru.

Sementara Firman Bakri mengharapkan agar FTA Center dapat memfasilitasi kegiatan pameran-pameran kepada perusahaan anggota APRISINDO seperti TEI yang selama ini setiap tahun diadakan oleh Kementerian Perdagangan , seperti misalnya memberikan fasilitas stand gratis untuk beberapa anggota, mengingat pameran ini cukup diminati anggota, namun mengingat biaya sewa cukup besar merak akhirnya hanya beberapa saja yang ikut. (R)