Title
Produsen dan Importir Wajib Cantumkan Nomor Pendaftaran pada Barang atau Kemasan
Ditulis oleh Aprisindo   
Selasa, 17 September 2019 07:26
Untuk melindungi produk dalam negeri maupun konsumen dari maraknya produk yang masuk pasar dalam negeri, Kementerian Perdagangan menerbitkan Permendag Nomor 18 tahun 2019 tentang metode pengujian, tata cara pendaftaran, pengawasan penghentian kegiatan perdagangan dan penarikan barang terkait dengan keamanan, keselamatan, kesehatan dan lingkungan hidup (K3L).
       Permendag ini merupakan turunan dari Perpres Nomor 63 tahun 2018 tentang penetapan dan pendaftaran barang terkait dengan K3L, hal tersebut disampaikan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggriono Sutiarto dalam sosialisasi Permendag No. 18 tahun 2019 di Bogor pada tanggal 17 Juli 2019 yang dihadiri oleh pelaku usaha, asosiasi dan labolatorium pengujian.
       Lebih lanjut Veri menjelaskan, sejak tahun 2018  beberapa kewenangan Bea & Cukai diberikan kepada Kementerian Perdagangan, salah satunya dalam Permendag No 18 tahun 2019, Kemendag diberikan wewenang untuk pengawasan, pencegahan maupun penindakan. Jika produsen atau importir melakukan pelanggaran akan ditindak oleh karena itu  produsen dan importer dengan adanya permendag ini diharapkan untuk mendaftarkan barangnya dan tidak dikenakan biaya.      
       Sementara kepala biro hukum Kementerian Perdagangan Sri Haryati pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa pada Permendag No 18 tahun 2019, produsen dan importer harus mendaftarkan barangnya ke Direktorat Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, barang tersebut meliputi 22 jenis  barang listrik dan elektronik berdasarkan bahaya kejut listrik bagi konsumen dan 20 jenis barang yang mengandung bahan kimia yang berbahaya berdasarkan kandungan bahan kimia, diantaranya alas kaki dan tekstil. Sementara untuk alas kaki jenis barang yang harus didaftarkan yaitujenis alas kaki yang seluruhnya terbuat dari karet atau plastik.
       Lebih lanjut Haryati menjelaskan berdasarkan Permendag o.18 tahun 2019, produsen atau importir wajib mencantumkan  nomor tanda daftar sebelum barang beredar dipasar dan dicantumkan pada barang atau kemasan. Jika tidak memenuhi ketentuan pendaftaran harus menghentikan kegiatan dagang dan menarik barangnya yang dipasar ataupun distributor. Jika produsen atau importer tidak memenuhi ketentuan ketentuan barang, bisa dipidana atau denda bahkan ijin dagangnya akan dicabut. “Ungkap haryati”
       Pada kesempatan yang sama Direktur tertib niaga Wahyu Hidayat menjelaskan permohonan pendaftaran K3L dilakukan secara elektonik atau online dan untuk alamat situsnya  akan disampaikan pada launcing program ini. Produsen dan importir yang telah memiliki registrasi barang K3L wajib melaporkan setiap adanya perubahan informasi terkait ijin  usaha atau perubahan alamat. Permendag nomor 18 tahun 2019 akan mulai diberlakukan  pada tanggal 14 Agustus 2019, namun produsen dan importir diberi kesempatan untuk penyesuaian selama 1 tahun setelah Permendag ini di berlakukan dan setelah itu jika ada pelanggaran akan ditindak.
       Mengingat adanya beberapa pertanyaan dari peserta sosialisasi karena kurang pahamnya beberapa isi dari Kepmendag nomor 18 tahun 2019 ini, maka Ibu Elis dari  direktorat industri tekstil, kulit, alas kaki Kementerian Perindustrian memberikan masukan agar dibuatkan Juknis pada Kempendag tersebut agar supaya gampang untuk dipahami. (R)