Title
Menuju Perdagangan USD 60 Miliar, 70 tahun Hubungan Diplomatik AS Indonesia
Ditulis oleh Aprisindo   
Jumat, 01 November 2019 08:37
Duta Besar RI di Washington DC, Mahendra Siregar dan para Ketua Asosiasi eksportir yang salah satunya APRISINDO telah mengadakan pertemuan "US- Indonesia Regional Discussion Forum" yang diadakan pada tanggal 18 Oktober 2019 bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Pada kesempatan tersebut APRISINDO diwakili Ketua Umum Eddy Widjanarko, Sekjen Lany Sulaiman, Direktur Eksekutif Firman Bakri, sementara dari anggota diantaranya Richard Hakim (PT. Sepatumas Idaman), Adam (PT.KMK), Henny (PT. Venamon), Ferdyanto (PT. Pelita Tomang Mas),  Suri & Eppy (Queen), Agus (PT. Ethee Abadi).
         Dalam sambutannya Mahendra menyampaikan bahwa tahun 2019 merupakan peringatan 70 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dan AS. Ini adalah salah satu hubungan strategis terpenting bagi Indonesia yang telah dikonsolidasikan melalui kemitraan strategis. Selain hubungan bilateral, kedua negara juga aktif bekerja sama di tingkat global termasuk pertemuan antar negara-negara dunia. Forum regional ASEAN G-20, APEC, WTO.IMF KTT Asia Timur dan banyak forum lainnya.
          Lebih lanjut Mahendra menjelaskan AS merupakan potensi yang perlu dimanfaatkan dalam investasi dan perdagangan, peluang tersebut sangatlah ada untuk melakukan timbal baik dalam kemitraan kedua negara. Arus perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat telah mencapai hampir USD 30 miliar. Cukup baik dengan ruang substansial untuk ekspansi, mengingat bahwa Amerika Serikat adalah ekonomi terbesar di dunia dan Indonesia memiliki salah satu pasar domestik terbesar di asia dan telah mengalami tingkat pertumbuhan di atas 5% per tahun selama kurun waktu 7 tahun.
            Mengingat hal tersebut, Indonesia akan mampu untuk mencapai nilai perdagangan dengan    Amerika hingga USD 60 miliar dalam kurum waktu  5 tahun kedepan. Target ini mencerminkan fakta bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang maju dan bersemangat dengan pasar domestik yang besar, dengan populasi 269 juta dan usia rata-rata lebih muda dari 30 tahun. Masyarakat muda akan membantu membentuk dan meningkatkan kemampuan industri Indonesia untuk menjadi lebih inovatif untuk memenuhi permintaan. Ini sangat kontras dengan masa lalu di mana pasar domestik yang besar, dalam banyak kasus, efek yang tidak diinginkan membuat industri kita kurang maju dan kurang kompetitif di pasar internasional. “Pungkas Mahendra.
             Indonesia memiliki surplus perdagangan dengan AS. Pada tahun 2018, surplus perdagangan Indonesia dengan AS sebesar USD 8,2 miliar, turun 17% dibandingkan tahun 2017. Selama semester pertama 2019, perubahan semakin kecil yakni menjadi 11% dibandingkan semester yang sama tahun 2018. Ekspor Indonesia ke AS terutama terdiri dari produk-produk manufaktur seperti tekstil dan pakaian jadi, produk karet, alas kaki, elektronik, kopi, kakao. Ekspor Indonesia ke AS pada 2018 mencapai USD 18,4 miliar, terjadi peningkatan  3,5% dibandingkan dengan 2017. Sementara Impor Indonesia dari AS pada 2018 sebesar USD 10,1 miliar 19,1 % dari tahun 2017. (R)