Title
Pameran Tekstil, Kulit dan Alas Kaki Tahun 2019
Ditulis oleh Aprisindo   
Jumat, 01 November 2019 08:41
Kementerian Perindustrian kembali telah menyelenggarakan Pameran Tekstil, Kulit dan Alas Kaki Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemendag di Plasa Pameran Industri, Lobby Kemenperin, Jakarta pada tanggal 22-25 Oktober 2019. Pameran ini berhasil menggandeng  48 perusahaan untuk tampil di kegiatan  tersebut.
        Para peserta, meliputi industri tekstil dan produk tekstil sebanyak 21 perusahaan, industri alas kaki casual, safety shoes dan sepatu olah raga (8 perusahaan) diantaranya PT. Primarindo Asia Infrastruktur, PT. Aerro Star dan Fonny & Ellen, industri barang jadi kulit (tas, jaket, sarung tangan, dan asoseris) sebanyak 14 perusahaan, serta industri lainnya seperti produsen karpet, spring bed/kasur, produk aksesoris rumah tangga, dan perusahaan pendukung (5 perusahaan).
        Pameran secara resmi dibuka oleh Sekjen Kemenperind Achmad Sigit Dwiwahjono, dalam sambutannya Achmad Sigit menjelaskan, Industri tekstil, kulit dan alas kaki merupakan salah satu sektor penyumbang devisa negara yang cukup signfikan, salah satunya melalui capaian nilai ekspor pada tahun 2018 sebesar USD18,96 miliar atau berkontribusi hingga 10,52% dari total ekspor nasional.
            Selain itu, sektor yang tergolong padat karya tersebut, telah menyerap tenaga kerja sebanyak 4,65 juta orang. Industri tekstil, kulit dan alas kaki menjadi sektor yang tertua di Indonesia, yang telah mempunyai struktur yang kuat dari hulu sampai hilir, dan produknya memberikan kontribusi nomor tiga dari seluruh komoditas ekspor. Adanya potensi tersebut, membuat Kemenperin memprioritaskan pengembangan daya saing terhadap industri tekstil, kulit dan alas kaki. ,” tuturnya.
            Sementara itu, pada kesempatan yang sama Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Muhdori menegaskan, pihaknya masih optimistis terhadap peningkatan produksi dan ekspor produk alas kaki nasional. Hal ini seiring dengan adanya ekspansi dan investasi baru yang masuk.  “Ada tujuh investor yang mau masuk,” ujarnya. Mereka itu, antara lain dari Korea Selatan yang bakal meningkatkan kapasitas produksinya di Sukabumi, Jepara, dan Bumiayu. Mereka biasa memproduksi untuk sepatu olahraga merek terkenal seperti Nike, Adidas, dan Puma, sebutnya.
           Dengan adanya investasi tersebut, Muhdori meyakini kinerja industri alas kaki di dalam negeri pada tahun depan akan lebih baik lagi. “Kami percaya, pertumbuhan akan kembali positif, baik dari sisi produksi maupun ekspor pada tahun 2020,” ungkapnya.
          Muhdori menegaskan, Indonesia masih menjadi eksportir keenam dunia untuk alas kaki, yang kian bersaing dengan Tiongkok dan Vietnam. Indonesia punya pangsa pasar hingga 2,8% di kancah global, dan pasar terbesarnya ke wilayah Amerika dan Eropa.
Indonesia juga menduduki peringat keempat produsen alas kaki dengan 1,271 juta pasang sepatu atau 5,3% dari produksi dunia.
          Selain itu, harga rata-rata ekspor alas kaki Indonesia masih menempati urutan ke-5 dunia dengan nilai USD16,70, yang menunjukkan Indonesia memproduksi alas kaki dengan harga kompetitif dan kualitas yang baik. “Kami masih optimistis target dari pelaku usaha untuk memacu ekspor hingga 10 persen sampai akhir tahun ini bisa direalisasikan. Apalagi ada potensi saat musim dingin dan hari-hari besar, karena biasanya terjadi lonjakan permintaan ekspor dengan model baru,” kata Muhdori.