Title
APRISINDO Menerima Kunjungan TFO Canada dan Kementerian Perdagangan
Ditulis oleh Aprisindo   
Selasa, 09 Juni 2020 04:57
Pada tanggal 5 Februari 2020 sekretariat APRISINDO mendapat kunjungan dari  Trade Facilitation Office (TFO Canada)                Mr. Mahmud Hossain dan dari Direktorat Jenderal Pengembangan Nasional Kemendag Anju Sinambola dan Erwin.
          Pada kesempatan tersebut diterima oleh Sekjen APRISINDO Lany Sulaiman dan Elizabeth J. Permatasari selaku Komite Pengembangan Kewirausahaan APRISINDO yang didampingi Direktur Eksekutif Firman Bakri serta dihadiri perusahaan anggota Surianti dan Diah dari PT. Quin dan Henny Setiadi dari Venamon.
            Tujuan  kunjungan tersebut adalah dalam rangka untuk mendapatkan informasi dari APRISINDO untuk program TFO Canada dan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag yakni terkait Gender Women yang dikaitkan dengan pengusaha perempuan dalam hal ini khususnya untuk sektor alas kaki.
          Dalam kesempatan tersebut Lany Sulaiman menjelaskan beberapa hal sebagaimana yang ditanyakan Mahmud Hossain, diantaranya masalah keanggotaan atau pabrik sepatu di Indonesia mencapai 300 perusahaan yang terdiri dari perusahaan yang memproduksi Sport Shoes, Non Sport dan Komponen dari jumlah tersebut yang sudah melakukan ekspor sekitar 20 % dan yang lainnya merupakan pasar lokal.
             Lebih lanjut Lany Sulaiman menyampaikan bahwa Amerika dan Uni Eropa merupakan pasar utama alas kaki Indonesia, sementara untuk promosi yang telah dilakukan selama ini adalah melalui pameran baik dalam maupun luar negeri seperti ASSOMAC, Shoes and Leather & Guangzho, sementara didalam negeri adalah Trade Expo Indonesia (TEI) dan Indo Leather and Footwear (ILF).
               APRISINDO juga telah melakukan beberapa kerjasama dengan beberapa intansi pemerintah atau Kementerian, seperti dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian dan saat ini industri alas kaki memerlukan support dari pemerintah khususnya dalam rangka pengembangan pasar ekspor dan diharapkan Kementerian Perdagangan dan TFO melalui program ini akan bisa membantu industri alas kaki, khususnya bagi industri sekala kecil dan menengah  yang saat ini masih perlu dibantu, “Ungkap Lany Sulaiman.
            Sementara menurut Direktur Eksekutif Firman Bakri menjelaskan bahwa APRISINDO selama ini telah melakukan kerjasama untuk meningkatkan SDM dengan beberapa intansi Pemerintah seperti Pusdiklat Kementerian Perindustrian , BSN, Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI), dan APRISINDO merupakan bagian dari Lembaga Sertifikasi Profesi Alas Kaki (LSP AK) yang berapa di Yogyakarta, lembaga ini bertugas mensertifikasi tenaga kerja di industri alas kaki dan telah mengeluarkan beberapa sertifikat profesi  kepada tenaga kerja yang sebelumnya telah diberikan training dan pelatihan dan telah dinyatakan  lulus. (R)