Title
Ditengah Sepinya Order, Ada Peluang Baru Bagi Industri Sepatu Yang Akan Beralih Produk Boneka
Ditulis oleh Aprisindo   
Senin, 07 September 2020 05:47
Dengan adanya pandemic Covid 19, industri alas kaki mengalami kemunduran. Industri sepatu UMK produk lokal di Surabaya sudah tidak produksi dan untuk pasar ekspor hanya dikisaran 30% dari sebelumnya, kemunduran ini juga dialami industri lainnya.
         Namun demikian ada kabar  bagi industri alas kaki yang mau beralih produk boneka,  hal ini disampaikan sekretaris DPD APRISINDO Jawa Timur Ali Mas'ud dalam acara webinar tanggal 24 Juli 2020.
           Lebih lanjut Ali Mas'ud menjelaskan saat ini industri alas  kaki di Jawa Timur perlu jurus-jurus yang ampuh untuk menghadapi pandemi. BI melalui bank yang ditunjuk sudah mendukung untuk membantu pendanaan , namun yang menjadi masalah belum  adanya order untuk saat ini. Ali Mas'ud yakin jika masalah pandemi ini akan segera berlalu dan  industri alas kaki bisa kembali bangkit.
          HaL serupa juga disampaikan ketua DPD APRISINDO Jatim Winyoto Gunawan, agar industri alas kaki di Jatim saling bersatu padu dan saling membantu.  Terkait adanya vendor yang menawarkan perusahaannya  untuk memproduksi boneka, Winyoto akan mencobanya untuk pemproduksinya dan jika mampu dengan hasil yang baik akan menerima order yang ditawarkan investor dari Jerman tersebut.
           Pada kesempatan yang sama, bahwa saat ini ada vendor dari Jerman  menawarkan kepada pelaku industri alas kaki di Indonesia untuk memproduksi boneka. Produk ini akan dipasarkan di Uni Eropa, harga yang ditawarkan mulai dari 1 USD per boneka untuk ukuran kecil hingga 6,5 USD per boneka untuk ukuran besar.
         Saat ini sudah sekitar 30 % dari nilai investasi  pertahun USD 10.000 yang produksi di Indonesia. Sehingga masih mencari industry yang mau memproduksi bonekanya, hal tersebut disampaikan Nunung sebagai salah satu narasumber  webinar.
           Sementara pada acara yang sama Yongki Komaladi  menyampaikan, akibat masa pandemi covid 19 ini trading dalam negeri mengalami masalah yang cukup besar, stok barang banyak karena penjualan turun drastis disamping itu daya beli masyarakat juga turun, memang keadaan saat ini sedang sulit, untuk itu Yongki berharap agar ada bazzar yang bisa membantu penjualan sepatu atau mungkin dengan adanya anak-anak muda yang saat ini cukup kreatif dengan membantu penjualan dengan sistim online dengan sisitim konsinyasi.   
          Menutur Danny Adiwibowo dari BI Jatim bahwa industri alas kaki adalah sector prioritas di Jawa Timur, namun sehubungan adanya covid terjadi penurunan drastic, pabrik mengurangi kapasitas produksi dan bahkan ada yang mem-PHK karyawannya, namun demikian masalah ini akan segera lewat seiring ditemukannya vaksin.
            Pemerintah melalui Kementerian Keuangan sudah melakukan kemudahan seperti dengan adanya kebijakan Ppn 21,22,23 dan 25 yang memberikan keringanan pajak bagi industry ini. BI Jatim melalui Bank yang ditunjuk yaitu BPD dan Bank Jatim juga siap untuk memberikan modal bagi industry UKM yang akan mengembangkan usahanya. Jika pinjaman hingga 100 juta dikenakan bunga 4%/tahun, sementara diatas 100 juta dikenakan bunga 6%/tahun. “Ungkap Danny masih dalam acara webinar yang sama”.