Title
Kemenperin Ciptakan Wirausaha Muda Baru disektor Kreatif Kriya dan Fesyen
Ditulis oleh Aprisindo   
Senin, 07 September 2020 06:02
Kementerian Perindustrian  berkomitmen mencetak wirausaha muda khususnya di sektor industri kreatif kriya dan fesyen melalui program Creative Business Incubator. Program ini dilaksanakan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemperin melalui Bali Creative Industry Center (BCIC) dan bekerja sama dengan Business Venturing and Development Institute (BVDI) Prasetya Mulya.
         Melalui program ini, para pelaku industri kreatif bidang kriya dan fesyen akan diberikan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan bisnis (scalling-up) dengan bentuk kegiatan yaitu program kelas pada tahun pertama dan pendampingan pada tahun kedua,” kata Dirjen IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam sambutanya pada acara Launching Program Creative Business Incubator Bali Creative Industry Center (CBI BCIC) secara virtual di Jakarta, Rabu (29/7/2020).
           Gati menyampaikan, saat ini tantangan masa depan generasi muda semakin berat di tengah perubahan lingkungan yang cepat akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Kemenperin melaksanakan program Creative Business Incubator untuk mencetak wirausaha muda yang akan menjadi motor penggerak industri ini di masa mendatang.
          Dirjen IKMA menjelaskan, salah satu sektor yang memiliki kontribusi terhadap industri nasional adalah industri kreatif. Oleh karena itu untuk mendorong peran industri kreatif terutama sektor kriya dan fesyen, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal IKMA mendirikan Bali Creative Industry Center (BCIC) pada 2015 sebagai wadah bagi pelaku industri kreatif kriya dan fesyen untuk mengembangkan usaha dalam konteks meet-share-collaborate dimana para pelaku bisa bertemu, berbagi pengalaman dan ide kreatif sehingga pada akhirnya bisa berkolaborasi untuk menciptakan karya bersama.
            Pada 2019 progam CBI-BCIC ini memberikan hasil yang cukup baik, melalui pendampingan bagi 20 tenant inkubator BCIC tahun sebelumnya, berhasil menghasilkan 4 tenant naik kelas dari skala kecil ke skala menengah dan 5 tenant yang naik kelas dari skala mikro ke skala kecil serta lebih dari 50 persen tenant dapat menambah karyawan dalam rangka memperbesar kapasitas usahanya. “Pada tahun ini kami juga akan memberikan pendampingan kepada 29 tenant inkubator sebagai lanjutan program camp Inkubator tahun 2019 agar dapat naik kelas dan dapat menjadi wirausaha muda yang unggul,” jelas Gati.
Sementara dalam talk show diacara yang sama Direktur IKM Kimia, Sandang, Kerajinan dan Aneka  E. Ratna Utarianingrum menjelaskan, BCIC bertugas meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri kreatif subsektor fesyen dan kriya. Salah satu yang dilakukan adalah penumbuhan Wirausaha kreatif baru (start-up company) melalui proses inkubasi.
            Adapun tahapan program Bali Creative Industry Center (BCIC) untuk tahun 2020 yaitu kelas/camp, tujuan untuk menciptakan pengusaha baru yang akan terus menjalankan dan mengembangkan bisnisnya (birth stage to breakthrough stage), tahun 2021 program pendampingan, dengan tujuan memberikan pendampingan kepada tenant alumni BCIC tahun 2019 untuk dapat mengelola dan mengembangkan bisnis mereka (breakthrough stage), pendampingan akan berlangsung selama 4  6 Bulan. “lanjut Ratna.
           Lebih lanjut Ratna Utarianingrum menjelaskan , target peserta target peserta Creative Business Incubator melalui (BCIC)ini adalah; Pria/Wanita Warga Negara Indonesia; Usia Maksimal 30 Tahun Per 31 Desember 2020; Pendidikan Minimal Diploma III semua jurusan; Memiliki ketrampilan desain atau latar belakang desain; dan Sudah menjalankan bisnis di bidang Kriya (Kerajinan)/Fashion minimal 1 tahun.
Cara pendaftarannya cukup klik, isi biodata, unduh formulir CBI 2020 melalui bit.ly/CBI-BCIC2020, formulir setelah diisi kirim ke This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it , dengan subsek: Email: CBI2020_(Nama Anda)_(Kriya/Fesyen)_(Domisili).
           Pendaftaran ditutup pada tanggal 17 Agustus 2020 dan peserta yang terpilih harus mengikuti program incubator selama 3 bulan, mulai dari 7 September 2020, pelaksanaan incubator akan dilaksanakan secara virtual. (R)