Title
Fasilitas Super Deduction Tax dalam mendorong kegiatan Litbang di Industri
Ditulis oleh Aprisindo   
Senin, 21 Desember 2020 07:38
Kegiatan R&D memiliki nilai tambah paling tinggi (68,6%) di sepanjang production chain (rantai produksi). Namun disadari bahwa R&D sering kali membutuhkan investasi besar yang hasilnya tidak serta merta dapat dirasakan dalam waktu yang singkat, hal ini disampaikan Yan Sibarang Tandiele, Plt Direktur ketahanan & iklim usaha industri Kemenperin dalam sosialisasi fasilitas super deduction tax atas kegiatan Litbang yang laksanakan secara virtual pada 26 Oktober 2020.
       Saat ini Indonesia masih fokus pada manufacturing (pengolahan), padahal nilai tambahnya cukup rendah, padahal Indonesia memiliki kemampuan R&D dan desain serta ketersediaan bahan baku yang tidak dimiliki negara lain. Fasilitas R&D yang ada di swasta juga relatif terbatas dan cenderung hanya mangadopsi teknologi yang sudah terbukti sehingga minim inovasi dan pengembangan. “lanjut Yan Sibarang”.
      Faktor penyebab masih lemahnya kegiatan Litbang (R&D) di Indonesia diantaranya kurang produktifnya lembaga riset yang ada dipemerintah, jumlah peneliti masih relatif rendah, belum in line-nya hasil riset dengan kebutuhan industri. Dengan pandangan rendahnya kegiatan litbang di Indonesia, maka Pemerintah memberikan fasilitas super deduction tax kegiatan litbang di Industri yang diatur dalam PMK 153 tahun 2020.
       Subyek penerima fasilitas super deductioan yaitu wajib pajak dalam negeri yang melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) tertentu di Indonesia. Dalam program ini ada 11 fokus litbang diantaranya alas kaki, tekstil, kulit dan aneka; pangan; farmasi, kosmetik dan alat kesehatan, energi, agroindustri dan lainnya.
       Sedangkan kriteria litbang yang mendapatkan fasilitas ini yang memenuhi kreteria bertujuan untuk memperoleh penemuan baru; berdasarkan konsep atau hipotesa orisinal; memiliki ketidakpastian atas hasil akhirnya; terencana dan memiliki anggaran; dan bertujuan untuk menciptakan sesuatu yang bisa ditransfer secara bebas atau diperdagangkan di pasar.
        Bentuk fasilitas super deduction yang didapat wajib pajak yang melakukan kegiatan Litbang tertentu di Indonesia dapat diberikan pengurangan penghasilan bruto paling tinggi 300%. Pengurangan penghasilan bruto paling tinggi 300% tersebut meliputi dua hal.
    Pertama, pengurangan penghasilan bruto sebesar 100% dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan Litbang. Kedua, tambahan pengurangan penghasilan bruto sebesar paling tinggi 200% dari akumulasi biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan Litbang dalam jangka waktu tertentu.
       Adapun besaran tambahan pengurangan penghasilan bruto paling tinggi 200% tersebut diberikan tergantung pada kondisi kegiatan Litbang yang dilakukan wajib pajak. Secara lebih terperinci, tambahan pengurangan penghasilan bruto paling tinggi 200% itu meliputi 4 rentang persentase.
    Pertama, tambahan 50% jika Litbang menghasilkan hak kekayaan intelektual berupa paten atau hak PVT yang didaftarkan di kantor paten atau kantor PVT dalam negeri. Kedua, 25% jika Litbang menghasilkan hak kekayaan intelektual berupa paten atau hak PVT yang didaftarkan di dalam negeri dan luar negeri.
    Ketiga, 100% jika Litbang mencapai tahap komersialisasi. Keempat, 25% jika kegiatan Litbang menghasilkan hak kekayaan intelektual berupa paten atau hak PVT dan/atau mencapai tahap komersialisasi dilakukan melalui kerjasama dengan lembaga litbang pemerintah dan/atau lembaga pendidikan tinggi di Indonesia.
    Prosedur pengajuan fasilitas, wajib pajak/perusahaan mengajukan permohonan melalui sistim Online Single Submission (OSS), dalam hal OSS tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya, disampaikan secara luring kepada Kemenristek/BRIN dengan melampirkan proposal litbang dan surat keterangan fiskal. (R)