Title
Diskusi Publik; Dampak Kebijakan Tenaga Kerja dan Upah Minimum Terhadap Kinerja Industri Padat Karya Cetak Email
Ditulis oleh Malini Art Studio   
Sabtu, 08 Maret 2014 18:29
Masalah Kebijakan dan Upah Minimum dari tahun ke tahun selalu menjadi masalah utama bagi dunia ketenagakerjaan di Indonesia, oleh karena itu hal ini perlu dicari jalan keluarnya untuk mengantisipasi dari terpuruknya  industri ditanah air.

Industri alas kaki,  industri Tekstil dan garmen merupakan industri padat karya sehingga rentan akan  kebijakan  penentuan Upah Minimum seperti yang terjadi pada tahun 2012 ke tahun 2013,  kenaikannya cukup tinggi yakni mencapai 40 %  Oleh karena itu untuk mengatasi masalah tersebut supaya tidak terulang kembali Aprisindo bersama Centre For Strategic & International Studies (CSIS) bekerjasama dengan Universitas Atmajaya telah melakukan Diskusi Publik mengenai Respons Dunia Usaha terhadap Kebijakan UMP : Survei pada industri alas kaki dan garmen. Pentingnya kebijakan pengupahan juga semakin mendesak mengingat dampak lanjutan kenaikan UMP di awal tahun 2013 akan lebih terasa di saat kondisi ekonomi  mulai menunjukkan penurunan.

Pada diskusi Dampak Kebijakan Tenagakerja dan Upah Minimum Terhadap Kinerja Industri padat karya di Indonesia yang diadakan pada tanggal 5 September 2013 di CSIS tersebut, menghadirkan pembicara yang sangat kompeten dari pihak terkait yaitu Bapak Haryo Aswicahyono (Peneliti Senior CSIS), Mr. C.K. Song (Chairman, Korea Chamber of Commerce & Industry, Indonesia), Dra. Rahma Iryanti, MT (Direktur, Direktorat Tenagakerja dan Pengembangan Kesempatan kerja, Bappenas), Ibu Vivi Alatas dari World Bank dan Bapak Drs. Sjukur Sarto MS ( Ketua Umum SPSI). 

Dalam acara diskusi tersebut, dihadiri oleh sekitar 175 peserta yang sebagian besar adalah para pelaku industri persepatuan, seperti dari PT. Panarub Industry, PT.Pratama Abadi Industri, PT. Sepatu Bata, PT. Diva Star, PT. Foximas Mandiri Group, PT. KMK Global Sport, PT. Mangul Jaya  dan lainnya, serta  dari pelaku industri Tekstil, Garmen, Makanan & Minuman dan wartawan. Sedangkan dari Dewan Pengurus Aprisindo dihadiri oleh Bapak Drs. Harijanto, Bapak Anton J. Supit, Bapak Hendrik Sasmito, Bapak Budiarto Tjandra, Bapak Marga Singgih, Ibu Jenny Rais, Bapak Binsar Marpaung, SH,MH, Ibu Tati Ramlie, sedangkan dari DPD Aprisindo dihadiri oleh Bapak Rendradi. S dan dari Aprisindo Jabar Bandung diwakili oleh Bapak Syahrial serta dihadiri pula pengurus sebelumnya seperti Bapak Tjandra Suwarto, Bapak Yongki Komaladi dan Bapak Elmore Simorangkir. Pada kesempatan tersebut acara juga dihadiri oleh Ketua Umum Apindo Bapak Sofjan Wanandi dan Pengamat Ekonomi dari CSIS Bapak J. Kristiadi.

Dari hasil presentasi  para pembicara, yang cukup menarik bagi para peserta adalah presentasi dari Mr. C.K. Song dimana pada presentasi tersebut ditampilkan gambaran yang akan terjadi jika Kebijakan Tenaga Kerja dan Upah Minimum yang akan datang selalu merugikan perusahaan sebab jika demikian perusahaan akan banyak yang tutup. Sementara itu, menurut presentasi yang di sampaikan oleh Haryo Aswicahyono  dari CSIS dengan tema Masalah perburuhan : simalakama memenuhi berbagai harapan , ada  tiga harapan dalam isyu perburuhan yaitu ;
  1. Harapan Pekerja : Upah yang memenuhi kehidupan layak
  2. Harapan Pengusaha : Upah yang sesuai produktivitas
  3. Harapan Pencari Kerja: Mudah mendapatkan pekerjaan

Untuk memenuhi berbagai harapan tersebut ada beberapa fase yaitu; Jangka pendek :
  • Penetapan KHL di Indonesia saat ini bersifat moving target di mana penambahan komponen kurang ditetapkan secara nasional. 
  • Upah minimum dikembalikan pada fungsinya sebagai safety net.
  • Penetapan  upah  dilakukan  melalui   enterprise  bargaining  di  mana   peningkatan  produktivitas   menjadi   pertimbangan  penting  dalam penetapan upah.
  • Pengendalian  harga - harga,  terutama  kebutuhan  pokok dan biaya transportasi sangat membantu mempertahankan daya beli buruh.
  • Benchmarking tingkat upah dan produktivitas Indonesia dengan tingkat upah dan produktivitas negara-negara tetangga.
  • Memprioritaskan kembali sektor padat karya
     

Para pembicara Diskusi Publik dari kiri Bapak Sjukur Karto, Mr. C.K Song, Yose Rizal D. Ibu Dra.Rahma Iryanti, MT dan Ibu Vivi Alatas.


Para peserta diskusi publik Dampak kebijakan Tenagakerja & UMP terhadap Industri di Indonesia sedang mengikuti penjelasan dari narasumber


Bapak Ricardo Lumalessil dari PT. Sepatu Bata memberikan pertanyaan kepada narasumber


Ibu Ning Wahyu dari PT. Pratama Abadi Industri memberikan pertanyaan kepada Bapak Sjukur Sarto dalam diskusi Tenagakerjaan