Title
KUNJUNGAN DUTA BESAR ETHIOPIA KE APRISINDO
Ditulis oleh Aprisindo   
Kamis, 15 Maret 2018 03:22
Pada tanggal 7 Maret 2018, Duta Besar Ethiopia,  Mr. Professor Admasu Tsegaye, dan Consul, The Embassy of The Federal Democratic Republic of Ethiopia, Gisila Sahlemikael Desta  berkunjung ke Sekretariat APRISINDO dalam rangka   penjajakan kemungkinan pengembangan hubungan dagang antara Ethiopia dan Indonesia untuk  industri kulit dan alas kaki.
         Pada kunjungan tersebut, Aprisindo diwakili oleh Sekjen APRISINDO Bapak Binsar Marpaung,SH,MH dan Ibu Lany Sulaiman. Pada kesempatan tersebut hadir juga dari Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI) yang diwakili oleh Bapak Niran, serta dari beberapa perusahaan anggota APRISINDO, diantaranya Ibu Riani S dari PT. Semasi Mas Idaman, Ibu Elly Susilawati dan Ibu Metty Unteasih dari Ethree Abadi, Ibu Emila Susilawaty dari PT. Milenia Berkat Abadi, Bapak Regi J.P. dari PT. Seho Makmur Industri dan Ibu Titiek dari Tanah Aer.
         Dalam sambutannya Sekjen menyampaikan bahwa industri alas kaki merupakan industri yang diprioritaskan Pemerintah karena merupakan industri padat karya yang mampu menyediakan lapangan kerja lebih dari 650.000 orang, serta merupakan 10 besar industri manufaktur sebagai menyumbang devisa negara melalui ekspor produknya. Lebih lanjut Sekjen menjelaskan bahwa industri alas kaki terbagi dalam tiga kategori ; (Pertama). Industri besar yang bermerek, diantaranya Nike, Adidas, New Balance, Puma (Kedua). Industri formal yang sebagian besar memproduksi sepatu kulit dan produknya juga untuk ekspor (Ketiga). Berbagai merek dan jenis produk  alas kaki  dalam negeri yang diproduksi oleh industri UKM/IKM.
          Secara umum untuk ekspor alas kaki ke luar negeri terdiri dari beberapa kelompok atau tujuan negara ekspor yaitu; Eropa dengan presentase sebesar 35 persen dari nilai ekspor alas kaki Indonesia, kemudian disusul Amerika sebesar 30 persen dan sisanya diekspor kebeberapa negara lainnya seperti Jepang, Australia, Brazil dan lainnya. Ethiopia sebagai produsen berbagai jenis kulit seperti kulit sapi, kambing, domba, onta merupakan salah satu potensi partner dagang bagi industri alas kaki di Indonesia,
karena sebagian besar atau 65% dari bahan baku industri sepatu Indonesia diimpor dari Afrika. Ethiopia merupakan pasar potensial bagi Indonesia.
          Sementara Dubes Ethiopia Mr. Professor Admasu Tsegaye menjelaskan bahwa Ethiopia adalah negara yang mempunyai peternakan sapi, kambing, dalam terbesar di Afrika. Ethiopia juga mengekspor kulit ke berbagai negara. Ethiopia juga menyediakan berbagai fasilitas industrial park untuk kemudahan mereka yang berinvestasi dibidang ini, dalam tranportasi Ethiopia berhubungan langsung dengan negara lain cukup lancar karena Ibu kota Addis Ababa merupakan hub di negara-negara Afrika dan negara-negara di Afrika semuanya mempunyai hubungan dengan Ethiopia.
            Dalam acara diskusi, beberapa pertanyaan disampaikan oleh peserta rapat, diantaranya dari Bapak Niran yang menanyakan jenis-jenis yang masih dapat diekspor oleh Ethiopia karena terdapat berita bahwa kulit crust dan wet blue tidak dapat diekspor selanjutnya dipihak lain APKI mengharapkan ekspor kulit yang masih dapat diproses lanjut di Indonesia. Ibu Lany menanyakan kecepatan pengiriman bahan-bahan baku dari Ethiopia dan Ibu Riani menanyakan sebagai produsen sepatu kulit memerlukan bahan-bahan kulit diimpor meskipun dikemukakan bahwa beberapa jenis/merek telah didominasi oleh buyer dan Bapak Regi bertanya, sebagai produsen sepatu pengaman membutuhkan kulit-kulit yang diberikan samplenya oleh Gisila, dalam kesempatan tersebut Sekjen mengemukakan kemungkinan Ethiopia akan membuka PLB (pusat logistik berikat) diwilayah kawasan berikat, sehingga memudahkan para konsumen dalam membeli kulit.
           Lebih lanjut Sekjen juga mengemukakan bahwa tannery Ethiopia galak, ada pembeli dari Asia inspect ke sana, direject, tapi inspector di sandra, akhirnya hari ke tiga bisa lari loloskan diri. Selanjutnya sebagai penutup untuk segera menindaklanjut mengambil langkah-langkah konkrit dan APRISINDO akan memfasilitasi hal ini. (redaksi Aprisindo)