Title
AS Merupakan Pasar Penting Ekspor Alas Kaki Indonesia
Ditulis oleh Aprisindo   
Senin, 20 Agustus 2018 03:58
Delegasi Kementerian Perdagangan mengadakan bertemu dengan Asosiasi Distributor  dan  Peritel  Alas  Kaki  AS (Footwear Distributors and Retailers of America/ FDRA). FDRA mewakili 80% total  penjualan sepatu  di  AS dan  beranggotakan  lebih  dari 130  perusahaan  yang memasarkan 250 merek sepatu.
        Atase  Perdagangan untuk Washington  DC Reza Pahlevi Chairul menambahkan, ekspor alas  kaki  Indonesia ke AS masih berpotensi untuk  terus  tumbuh. Indonesia  menempati urutan ke-3  negara asal  importasi  sepatu ke pasar AS, dengan porsi 4% dari total 2,5 miliar pasang sepatu yang diimpor setiap tahun. Masih  terdapat  potensi  peningkatan  ekspor produk sepatu  Indonesia ke pasar AS. Harga, inovasi, dan desain menjadi faktor kunci pasar sepatu  AS.    
      Sementara menurut data dari APRISINDO  pada  tahun  2017  dari  total ekspor alas kaki Indonesia sebesar USD 4,9 milyar, AS menduduki negara terbesar tujuan ekspor alas kaki Indonesia yaitu sebesar USD 1,33 milyar atau sebesar 27,5 %.  
      Perusahaan sepatu AS, menurut Reza, melakukan offshore sumber sepatunya ke negara-negara dengan upah buruh yang kompetitif, termasuk ke Indonesia. Melihat peluang tersebut, Indonesia akan terus menjajaki kerja sama dengan FDRA terkait dengan produksi sepatu yang berkualitas melalui desain, pemasaran, dan distribusi di pasar AS.
        Dalam pertemuan dengan FDRA ini, kedua pihak membahas berbagai hal mulai dari produk sepatu Indonesia sampai penerapan standar dan persyaratan teknis yang berlaku di AS. Pembahasan bertujuan untuk menggali informasi yang dapat membantu mengembangkan kualitas produk alas kaki Indonesia, sehingga dapat memenuhi persyaratan ekspor, khususnya ke AS.
         FDRA menggambarkan, peraturan untuk mengimpor sepatu anak lebih ketat dari sepatu dewasa terkait kandungan logam berat dan ftalat pada sepatu anak. Untuk persyaratan ini, Pemerintah AS secara rutin melakukan pengawasan dan penarikan terhadap produk yang tidak memenuhi persyaratan.
Pertemuan dengan FDRA diharapkan dapat membantu meningkatkan ekspor produk alas kaki Indonesia ke AS melalui kerja sama pertukaran data dan informasi tentang persyaratan teknis produk alas kaki di kedua negara, ungkap Syahrul. (sumber Sindo News)