Title
APRISINDO menyambut baik dengan diterbitkannya kebijakan mengenai insentif fiskal berupa pemangkasan Pajak Penghasilan (PPh) bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) dari 1 persen menjadi 0,5 persen. Pengurangan pajak ini akan meringankan beban UKM termasuk Indust
Ditulis oleh Aprisindo   
Senin, 20 Agustus 2018 04:47
APINDO pada tanggal 30 Juli 2018 telah mengadakan members gathering” Penerapan Sitem Online Single Submission (OSS) dalam perizinan berusaha”, bertempat di kantor APINDO, Jakarta. Sistem OSS adalah sebagai masa transisi dari perizinan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi OSS di bawah Kemenko Perekonomian.
      APINDO sebagai wadah dari industri mempunyai dampak langsung dari adanya peraturanuran pemerintah ini, demikian ungkap wakil ketua umum APINDO Ibu Shinta W Kamdani dalam sambutan-nya. Lebih lanjut Ibu Shinta menjelaskan,  APINDO berharap setiap kebijakan pemerintah bisa direalisasikan sesuai dengan rencana, dilaksanakan secara professional dan di monitoring dengan baik.
         Sebagai bagian dari komunitas dunia usaha yang peduli terhadap ketenagakerjaan, hubungan industrial dan penciptaan iklim investasi di Indonesia, APINDO akan selalu mendukung secara optimal dengan memberikan masukan-masukan yang konstruktif agar setiap kebijakan bisa membawa dampak positif bagi dunia usaha di Indonesia.
            Sementara itu, menurut Deputi Menko Bidang Industri & Perdagangan, Kemenko Perekonomian Bapak Edy Putra Irawadi, yang sekaligus  nara sumber menjelaskan, ada tiga tujuan utama dengan dibentuknya sistem OSS yaitu; untuk menjamin kemudahan berinvestasi; untuk menibulkan rasa kenyamanan dalam berusaha, dan; untuk mempermudah berusaha. Lebih lanjut Bapak Edy mengungkapkan, OSS memiliki sistem yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan begitu diharapkan bisa meningkatkan investasi dari luar maupun dalam negeri. Program OSS  adalah paket percepatan eksekusi investasi, setelah program OSS akan dibuat  lagi  terobosan baru, seperti untuk percepatan ekspor" ungkapnya.
           Mengutip data BKPM, Edy membeberkan tujuh tahun terakhir dari indeks 100 investasi, investor asing sebanyak 31% dan dalam negeri 29%. Sedangkan sisanya, tidak jadi berinvestasi. Dengan adanya system OSS ini diharapkan akan mempermudah untuk berinvestasi. Sekarang khusus OSS, ini fakta elemen isu kebijakan, percepatan ini ada lima komponen. Setiap perizinan dikawal oleh satuan pengawasan di masing-masing wilayah; system perijinan utang; rasionalisasi kebijakan diklasifikasikan (disederhanakan); data sharing dalam kegiatan berusaha; OSS pelayanan perijinan melalui elektronik terpada, Untuk itu, dalam pertemuan kali ini Edy menjelaskan pedoman perizinan berusaha online agar para pengusaha dapat mengerti sistem OSS ini. (R)