Title
Hasil Kajian Permendag tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu, Aprisindo dengan Kementerian Perdagangan Cetak Email
Ditulis oleh Aprisindo   
Rabu, 01 Juli 2015 00:00
Sebagaimana diketahui dalam rangka impor barang jadi ada kebijakan  Pemerintah  sebagaimana  diatur  dalam Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor. 73/M-DAG/PER/7/2014, perubahan ketiga atas Permendag No. 83/M-DAG/PER/12/2012 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu dimana alas kaki termasuk dalam kebijakan tersebut yang akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2015. Dasar pertimbangan pemerintah mengeluarkan kebijakan ketentuan impor produk tertentu adalah agar dapat menciptakan perdagangan yang sehat dan iklim usaha yang kondusif belum tercipta secara maksimal, sehingga masih perlu melakukan peningkatan tertib administrasi impor.

Sehubungan dengan akan berakhirnya Keputusan tersebut, maka Kementerian   Perdagangan   bersama   dengan  Aprisindo   telah mengadakan   kajian   mengenai   kebijakan   tersebut   untuk mendengarkan langsung dan masukan dari para pelaku industri alas kaki apakah keputusan tersebut menguntungkan bagi industri alas kaki yang selanjutnya pandangan-pandangan dari industri B Menengah dan Kecil yang hadir pada kesempatan tersebut dijadikan masukan apakah peraturan tersebut perlu ada perubahan revisi.

Pada kajian yang diadakan di kantor Kementerian Perdag dipimpin oleh Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Luar Negeri Bapak  Kasan  yang  didampingi  staf  terkait,  sementara Aprisindo   diwakili   oleh   Sekjen  Aprisindo   Bapak   Binsar Marpaung, SH,MH serta perwakilan dari perusahaan dan Aprisindo diantaranya dari Nike, PT. Naga Sakti Paramashoe Mangul Jaya, PT. Sepatumas Idaman dan PT. Panatrade Caraka.

Dari hasil  diskusi terbatas analisis efektifitas kebijakan import produk tertentu Kementerian Perdagangan dan APRISINDO, dapat dihasilkan beberapa masukan, yaitu :
  • Sebesar 70% dari ekspor sepatu merupakan jenis sport ( Adidas), sementara 30% sisanya sepatu casual.
  • Nike Indonesia mengekspor 100  juta  pasang ,  sedangkan impornya hanya 700 ribu pasang. Nike Indonesia sudah comply terhadap Permendag 83 / 20152 , namun ada wacana bahwa pengetatan impor dapat menimbulkan retaliasi dari negara - negara lain, yang akan berdampak pada penurunan pasar ekspor. Nike belum apply jalur prioritas. Indonesia sudah mengalahkan China untuk peorduksi Nike secara global.
  • Brand yang ada di pasar lokal (kickers, andrew) sebagian besar diimpor dari luar negeri, hanya beberapa produk brand lokal yang merupakan produksi dalam negeri.
  • Tidak ada perbedaana berarti selama 6 tahun terakhir untuk produksi. Namun, ekspor alas kaki meningkat signifikan 2-3 tahun terakhir. Untuk lebih meningkatkan ekspor, perlu adanya FTA dengan negara lain seperti TPP dan EU.
  • Pelaku tidak  banyak merasakan perbedaan kinerja  industri dengan pemberlakuan kebijakan impor Produk Tertentu, padahal seharusnya kebijakan tersebut membantu industri lokal.
  • Kendala impor salah satunya adalah proses impor bahan baku kulit, dimana permasalahan waktu di karantina.

 
Suasana kajian Permendag tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu, Kementerian Perdagangan, Aprisindo dan Perwakilan dari perusahaan anggota berjalan dengan hikmat   Ibu Putri Alam dari Nike (kanan) memberikan masukan dalam kajian Permendag tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu antara Kemendag Aprisindo dan Perusahaan anggota kepada Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Luar Negeri Bapak Kasan di saksikan Sekjen AprisindoBapak Binsar Marpaung, SH,MH