Title
HKDC Selenggarakan, In Style Hong Kong Symposium dan Pameran di Jakarta Cetak Email
Ditulis oleh Aprisindo   
Senin, 12 Oktober 2015 00:00
Hong Kong dan Indonesia merupakan mitra dagang penting,  dengan  nilai  perdagangan  mencapai  5,16 milyar USD di tahun 2014. Pada tahun 2014 ekspor Indonesia ke Hong Kong mencapai 2,53 milyar USD, sementara impor Indonesia dari Hong Kong mencapai 2,63 milyar USD. Hong Kong juga merupakan investor asing terbesar ke-9 di Indonesia dengan total investasi di Indonesia mencapai 657 juta USD pada tahun 2014.

Menyadari pentingnya Indonesia bagi Hong Kong, Hong Kong Trade Development Council (HKDC) sebagai badan promosi Internasional bagi pedagang , pabrikan, dan penyedia service Hong Kong telah menyelenggarakan Symposium  In Style  Hong Kong di Jakarta Convention Center Jakarta pada tanggal 17-19 September 2015.
Pameran In Style Hong Kong merupakan promosi multi- aspek mulai dari perdagangan hingga pariwisata yang ditujukan untuk memperkuat hubungan kerjasama antara Indonesia dan Hong Kong. Indonesia dikenal sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, sementara Hong Kong sudah menjadi arena perekonomian terbesar dunia.

Symposium secara resmi dibuka oleh Menteri Priwisata dan Ekonomi  Kreatif  Bapak Arif Yahya,  dalam  sambutannya mengatakan bahwa pameran In Style Hong Kong tersebut bisa meningkatkan kemitraan antara Indonesia dengan Hong Kong, terutama dalam perdagangan, investasi, dan pariwisata. Arief Yahya juga menyebut In Style Hong Kong sebagai pertemuan bisnis penting bagi kedua negara.

Sementara itu Ketua Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) Vincent HS Lo mengatakan bahwa pameran In Style Hong Kong merupakan pengembangan acara pameran sebelumnya. Vincent juga menyatakan bahwa In Style Hong Kong jauh lebih besar dan lebih baik dari pameran sebelumnya.

Setelah pembukaan dilanjutkan dengan Symposium yang dipimpin oleh Mr. Royce Yuaen, Pendiri dan CEO New Brand New Ltd dan mantan Direktur agensi periklanan peraih penghargaan Ogilvy. Ada empat tematik dalam symposium tersebut, yaitu :
  1. Internasional RMB : Sebuah mata uang yang berkembang  untuk pembayaran, investasi dan pembiayaan.
  2. Tren terakhir didunia pemasaran Digital.
  3. Hukum dan Penyelesaian Sengketa : Kunci bagi Perdagangan Internasional.
  4. Kreativitas  dalam  Bisnis : Dialog dengan pakar Desain.

Dalam symposium dan pameran tersebut dihadiri juga oleh beberapa pelaku industri sepatu, seperti dari Bandung dan juga Jakarta, serta dari Aprisindo. (R)