Title
Pemerintah Pacu Pertumbuhan Industri Sepatu dan Tekstil Cetak Email
Ditulis oleh Aprisindo   
Senin, 19 Oktober 2015 00:00
Presiden Joko Widodo bersama Ibu Iriana Joko Widodo didampingi Menteri Perindustrian Saleh Husin (kanan), Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Kepala BKPM Franky Sibarani, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Banten Rano Karno beserta Pejabat Daerah Banten, dan perwakilan dari 16 perusahaan Industri Padat Karya berfoto bersama seusai keliling pabrik PT Adis Dimension Fotwear di Balaraja Barat
Pemerintah terus memacu industri alas kaki yang mampu menyerap tenaga kerja massal. juga untuk mendongkrak ekspor dan pangsa pasar sepatu produk Tanah Air di pasar global. Dukungan Pemerintah terhadap industri alas kaki tersebut dilakukan melalui program  “Investasi Padat Karya Untuk Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia“. Program ini dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Oktober 2015 di pabrik PT. Adis Dimension Footwear di Balaraja, Tangerang, Banten. Program ini di inisiasi oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yang dihadiri  oleh Kepala BKPM Bapak Franky Sibarani, Menteri Perindustrian Bapak Saleh Husen, Menteri Tenaga Kerja Bapak Hanif Dhakiri, Menko Perekonomian Bapak Darmin Nasution, Gubernur Banten Bapak Rano Karno dan diterima Bapak Drs. Harijanto beserta jajaran direksi PT. Adis Dimension Footwear.

Pada kesempatan itu, Presiden menegaskan optimismenya bahwa ekonomi Indonesia akan terus bergeliat seiring realisasi investasi dalam dan luar negeri serta digulirkannya paket stimulus kebijakan ekonomi. "Masih banyak peluang di negara kita yang bisa diangkat menjadi sebuah investasi yang menciptakan lapangan kerja," kata Presiden Joko Widodo.

Industri alas kaki dipilih sebagai industri yang dipacu pertumbuhannya karena disamping mendatangkan devisa yang besar juga menyerap banyak tenaga kerja. Aprisindo mencatat, penciptaan devisa oleh industri alas kaki sebesar USD 4,5 milar pada tahun 2014. Dari sisi lapangan kerja, industri ini menyerap 643 ribu orang tenaga kerja atau setara dengan 4,21% dari total tenaga kerja  industri manufaktur. Pada tahun 2014 pangsa pasar alas kaki buatan Indonesia di pasar dunia sebesar 2,85%,  menduduki peringkat  6 besar setelah China, Italia, Vietnam, Jerman dan Belgia. Hal ini memperlihatkan bahwa industri alas kaki mempunyai peluang untuk terus meningkatkan ekspor.

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan sekaligus meresmikan Peluncuran Program Investasi Padat Karya Menciptakan Lapangan Kerja disaksikan (belakang dari kiri) Menteri Perindustrian Saleh Husin, Mensesneg Pratikno, Menko Perekenomian Darmin Nasution, Kepala BKPM Franky Sibarani di PT Adis Dimension Footwear, Balaraja Barat, Banten
Selain alas kaki, pemerintah juga memacu industri padat karya lainnya yaitu industri tekstil dan makanan minuman. "Ini membuktikan pemerintah ingin industri padat karya yang mempekerjakan tenaga kerja dalam jumlah besar ini terus berkembang," kata Menteri Perindustrian Bapak Saleh Husin saat menghadiri peluncuran program tersebut. Kepala BKPM Franky Sibarani, menyatakan pemerintah ingin mengkomunikasikan kepada publik dan investor bahwa di saat marak pemberitaan tentang PHK, ternyata banyak perusahaan  padat karya yang tetap melaksanakan realisasi proyek investasinya dan menyerap tenaga kerja. Hingga September 2015 terdapat 16 perusahaan padat karya yang akan berinvestasi di Indonesia terdiri dari 11 PMA dan 5 perusahaan PMDN, tersebar  di  Jawa  Barat  dan  Jawa  Tengah.  Rencana penyerapan tenaga kerja sedikitnya 121.285 orang dalam kurun waktu 5 tahun (2015-2019), total nilai investasi sebesar Rp.18,9 Triliun dan total realisasi investasi sebesar Rp.11,4 Triliun (sampai dengan September 2015) dengan perkiraan nilai ekspor sebesar US$ 1.3 Miliar.

Diantara 16 investasi baru terdapat beberapa Perusahaan yang bergerak di bidang industri kulit, barang dari kulit dan sepatu  antara lain adalah PT. Pou Yuen Indonesia, PT. Chang Shin Reksa Jaya, PT. Adis Dinamika Sentosa, PT. Feng Tay Indonesia Enterprises, PT. Parkland World Indonesia,   PT. Selalu Cinta Indonesia, dan PT. Seng Dam Jaya Abadi. Sementara yang lainnya bergerak dibidang ITPT. (R)