Title
Program Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri TPT Serta Industri Alas Kaki Tahun Anggaran 2015 Cetak Email
Ditulis oleh Aprisindo   
Kamis, 05 November 2015 00:00
(depan kedua dari kiri) Bapak Binsar Marpaung, SH, MH, dan Plt. Direktur Industri Tekstil & Aneka Kemenperin  Bapak Setio Hartono (tengah depan) foto bersama dengan para penerima bantuan program Restrukturisasi Mesin di kantor Kementerian Perindustrian


Dalam rangka meningkatkan daya saing Industri Tekstil dan Produk  Tekstil,  Industri  Alas  Kaki dan  Industri Produk Kulit, yang menggunakan mesin/peralatan yang sudah berusia lebih dari 20 tahun ,  maka Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian pada tahun 2015 kembali memberikan Stimulan   melalui kegiatan Restrukturisasi Mesin / Peralatan Industri Tekstil dan Produk Tekstil serta Industri Alas Kaki Mesin  -  mesin   yang sudah berumur lebih 20 tahun memiliki tingkat konsumsi energi tinggi, kecepatan mesin dan kualitas produk rendah. Akibatnya  daya   saing   industri menjadi    r e n d a h   ditengah Persaingan  yang  semakin  ketat dengan munculnya negara-negara pesaing baru yang sudah mengadopsi teknologi baru, seperti produk TPT dan alas kaki China yang cenderung murah dan membanjiri pasar Indonesia.

Tujuan Restrukturisasi ini adalah mendorong industri untuk meningkatkan daya saingnya melalui investasi mesin/peralatan yang lebih modern. Program Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri TPT yang diluncurkan oleh Kementerian Perindustrian sejak tahun 2007 dan Program Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri Alas Kaki dan Penyamakan Kulit sejak tahun 2009 disambut positif oleh dunia usaha.

Dari anggaran yang dialokasikan sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2014, untuk program ini telah mampu menstimulus kegiatan investasi mesin/peralatan oleh dunia usaha sebesar Rp.14,84 triliun dan dapat kenaikan produktifitas  rata-rata 6-10%, efesiensi energi sebesar 5-9% serta  menyerap tenaga kerja hingga 241.835 orang.

Bapak Binsar Marpaung memberikan ucapan  selamat pada Bapak Daniel dari PT. Freetrend atas menerima bantuan dari Kemenperin
Pagu anggaran Program Restrukturisasi mesin/peralatan tahun 2015 adalah sebesar Rp. 100 milyar, menurun dibandingkan tahun 2014 yang sebesar Rp. 106,5 milyar. Namun demikian Dirjen IKTA Kemenperin berharap meskipun jumlah anggaran yang semakin menurun , perusahan alas kaki, TPT dan penyamak kulit dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya guna peningkatan produktifitas dan daya saing nasional. Hal ini disampaikan dalam  sambutan Dirjen IKTA yang dibacakan oleh Plt. Direktur Industri Tekstil dan Aneka Bapak Bapak Setio Hartono pada acara Penyerahan SPPB untuk 23 pengusaha TPT dan Alas kaki pada tanggal 29 Oktober 2015 di Kemenperin. Hadiri dalam acara tersebut Sekjen Aprisindo Bapak Binsar Marpaung. SH,MH dan perwakilan perusahaan penerima bantuan.  

Lebih lanjut Bapak Setio menyampaikan, bahwa dari hasil review dan saran tindak lanjut yang diusulkan oleh BPK dan BPKP, Kemenperin telah melakukan pengetatan pelaksanaan kegiatan pada tahun ini. Beberapa hal yang harus diperhatikan terkait dengan hal tersebut adalah :
  1. Laporan  6  (enam)  bulanan  yang  harus  disampaikan   tepat waktu, jika terjadi keterlambatan penyampaian  laporan maka permohonan tidak dapat diterima.
  2. Penyiapan  dan   review  studi   kelayakan  usaha  yang  lebih komprehensif.
  3. Monitoring  kondisi  perusahaan  dan  mesin / peralatan  yang dibantu  akan  lebih  diintensifkan  dan  dilaksanakan   setiap tahun.
  4. Perusahaan harus menjaga/memelihara mesin/peralatan yang telah   m e n d a p a t   b a n t u a n   dan   dilarang   mengalihkan kepemilikan atau memindahkan lokasi.