Title
FASILITAS BANTUAN PEMBIAYAAN EXPORT BAGI INDUSTRI ALAS KAKI Cetak Email
Ditulis oleh Aprisindo   
Jumat, 04 Maret 2016 00:00
Pelemahan  ekonomi  dunia  dan  Indonesia  khususnya  berakibat  pada menurunnya kinerja industri nasional. Salah satunya adalah kesulitan financial untuk pembiayaan eksport. Dalam rangka mengatasi kelesuan ekonomi dan mendorong peningkatan eksport industri dalam negeri, Kementerian Keuangan membuat satu program bantuan pembiayaan eksport bagi produsen eksportir dalam negeri. Program ini merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi dalam rangka pemulihan perekonomian, sehingga programnya hanya akan dilaksanakan hingga tahun 2018. Program ini diberi nama Penugasan Khusus Ekspor Paket Kebijakan Tahap IV Oktober 2015, atau disebut juga dengan National Interest Account (NIA).Penugasan ini tertuang melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1231/KMK08/2015 tentang Penugasan Khusus Kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Selama ini pemerintah (Kemenkeu) telah memiliki program bantuan untuk pembiayaan export melalui LPEI. Namun dalam rangka mengatasi pelemahan ekonomi maka dibuatlah skema pembiayaan export diluar yang sudah ada. Dalam Paket Kebijakan IV tersebut, antara lain Mendorong Ekspor Untuk Mencegah PHK. Pemerintah melalui LPEI memberikan dukungan Pembiayaan Ekspor kepada UKM yang berorientasi ekspor maupun terlibat pada kegiatan yang mendukung ekspor dengan kriteria UKM dengan Penjualan tidak lebih dari 5 (lima) milyar setahun, dan jumlah tenaga kerja minimal 50 orang. Pada paket kebijakan IV ini ada 4 (empat) industri yang mendapatkan bantuan pembiayaan eksport dengan skema NIA, yakni: Industri Alas Kaki, TPT, Furnitur, dan Pengolahan Ikan.

Fasilitas Pembiayaan Ekspor NIA ini dapat dimanfaatkan untuk tiga hal, yakni:
  1. Pembiayaan/kredit ekspor
    • Pembiayaan untuk Penugasan Khusus dapat diberikan kepada:
      • Badan usaha yang berdomisili di wilayah Negara Republik Indonesia yang diberikan dalam bentuk kredit modal kerja atau kredit investasi termasuk overse as financing untuk memenuhi kebutuhan Transaksi atau Proyek Penugasan Khusus.
      • Badan usaha yang berdomisili di luar wilayah Negara Republik Indonesia yang diberikan dalam bentuk kredit kepada importer produk Indonesia
  2. Penjaminan ekspor
    • Penjaminan bagi eksportir Indonesia atas pembayaran yang diterima dari pembeli barang dan/atau jasa di luar negeri.
    • Penjaminan bagi B a n k yang menjadi mitra penyediaan pembiayaan transaksi Ekspor yang telah diberikan kepada Eksportir Indonesia.
  3. Asuransi ekspor
    • Asuransi atas risiko kegagalan bayar.
    • Asuransi atas investasi yang dilakukan oleh perusahaan Indonesia di luar Negeri.
    • Asuransi atas risiko politik di suatu negara yang menjadi tujuan ekspor.

Adapun syarat dan ketentuannya dapat dilihat pada website LPEI (http://www.indonesiaeximbank.go.id/ ).Untuk informasi lebih lanjut Bapak/Ibu juga dapat menghubungi kontak person LPEI untuk program ini, yakni : Bapak Ridho dengan nomor telepon 0215154638.