Title
Produsen Sepatu Taiwan Berminat Perluas Investasi Cetak Email
Ditulis oleh Aprisindo   
Senin, 04 Juli 2016 00:00
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong investor industri padat karya di Indonesia untuk melakukan perluasan investasi. Salah satu yang didorong adalah produsen sepatu dari Taiwan. Perusahaan tersebut secara existing telah menanamkan modalnya sebesar US$ 360 juta untuk memproduksi 148,7 juta pasang sepatu dan menyerap 91.800 tenaga kerja.

Menurut Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan bahwa tim marketing investasi BKPM telah bertemu dengan perwakilan perusahaan untuk mendiskusikan rencana perluasan tersebut. Dengan meningkatkan investasi di Indonesia, maka kapasitas pabrik investor yang ada di Indonesia bisa meningkat dan akan berkontribusi posifif pada penjualan produk sepatu di pasar global, demikian yang disampaikan Kepala BKPM pada awal bulan Maret di Kantor BKPM.

Lebih lanjut Bapak Frangky menjelaskan, perusahaan sepatu asal Taiwan tersebut memiliki industri sepatu di delapan negara (di luar Taiwan) yaitu Tiongkok, Indonesia, Vietnam, Amerika Serikat, Meksiko, Banglades, Kamboja, dan Myanmar dengan kapasitas produksi tahun 2014 sebesar 307,1 juta pasang. Dari jumlah tersebut, kapasitas pabrik di Indonesia sebesar 31%, China 29%, Vietnam 39% dan lainnya 1%. Produsen sepatu ini menguasai 30% pasar dunia, dengan meningkatkan investasi di Indonesia sharenya bisa 50%.

Bapak Frangky menyampaikan bahwa perusahaan tersebut juga menyampaikan beberapa concern terkait investasi yang dilakukan. Diantaranya mengenai intensif investasi yang diberikan industri sepatu. Upaya pemerintah mendorong investasi padat karya tercermin dalam beberapa paket kebijakan yang dikeluarkan, diantaranya paket ekonomi jilid III tentang discount tariff hingga 30% untuk pemakaian pukul 23.00-08.00 dan penundaan pembayaran hingga 40% untuk industri padat karya dan industri berdaya saing rendah, paket ekonomi jilid IV tentang PP 78/2015 yang memberikan kepastian formula pengupahan bagi investor.

Dari data BKPM tahun 2015, komitmen investasi yang masuk dari sektor sepatu mencapai Rp. 4,26 triliun. Kontribusi terbesar dari investasi asing dengan nilai mencapai Rp. 4 triliun, kemudian dari dalam negeri tercatat Rp. 266 milyar (5%) . Rencana investasi tersebut akan menyerap 77 ribu tenaga kerja. (sumber BKPM)