Title
Nilai Produksi IKM Alas Kaki Ditargetkan Rp 24 Triliun Tahun 2017 Cetak Email
Ditulis oleh Aprisindo   
Senin, 02 Januari 2017 00:00
Menperin Bapak Airlangga Hartarto didampingi Dirjen IKM Ibu Gati Wibawaningsih mengadakan kunjungan kerja ke Ciomas Bogor untuk bertemu langsung dengan para pelaku IKM alas kaki dan mengadakan dialog


Kementerian Perindustrian mendorong produktivitas dan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) produsen alas kaki. Sektor ini menjadi salah satu yang diprioritaskan pengembangannya karena berperan dalam memberikan kontribusi terhadap devisa negara dan penyerapan tenaga kerja. Pada tahun 2016 penambahan investasi IKM alas kaki diperkirakan sebesar Rp2.8 triliun dengan nilai produksinya mencapai Rp 22,98 triliun. Nilai produksi alas kaki akan meningkat pada tahun 2017 sebesar Rp 24,25 triliun, kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada kunjungan kerja pertama tahun 2017 ke Ciomas Bogor pada tanggal 3 Januari 2017.

Pada kesempatan tersebut, Menperin didampingi Dirjen IKM Gati Wibawaningsih melakukan dialog dan temu usaha dengan pelaku IKM Alas Kaki di Desa Mekar Jaya dan Desa Parakan, Kecamatan Ciomas, Bogor Jawa Barat. Menperin menegaskan, pihaknya akan terus memberikan perhatian lebih bagi IKM dalam negeri karena telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Turut hadir pula Bupati Bogor Nurhayanti, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten BogorDace Supriadi, serta anggota Koperasi Sandal Sepatu Bogor.

Airlangga menyampaikan, secara umum, rata-rata nilai investasi yang ditanamkan untuk menjalankan usaha IKM alas kaki di dalam negeri sebesar Rp37 juta. Sementara itu, untuk menghasilkan produknya, diperlukan bahan baku utama yang rata-rata senilai Rp6,5 juta dalam satu bulan. Sedangkan, nilai produksi penjualan dari hasil industri ini rata-rata dalam satu bulan menghasilkan pemasukan Rp14 juta. Dengan hasil produksi tersebut didapatkan nilai tambah rata-rata sebesar Rp 6,8 juta dalam satu bulan. Lebih lanjut Menperin bahwa IKM alas kaki mampu menyerap cukup banyak tenaga kerja, dengan karakteristik jumlah pekerja di setiap satu unit usaha sekitar 1-19 orang. Berdasarkan data BPS IKM alas kaki tergabung dalam kelompok IKM penyamakan kulit dan produk kulit. Data tahun 2010, menunjukkan, kelompok usaha tersebut berjumlah 32.910 unit dengan jumlah penyerapan tenaga kerja mencapai 114.495 orang di seluruh Indonesia. Dari data tersebut, sebanyak 49 persen merupakan IKM alas kaki, selanjutnya 48 persen IKM produk kulit dan 3 persen IKM penyamakan kulit.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, kemajuan IKM alas khaki secara langsung akan memajukan industri kreatif, dan sebaliknya industri kreatif yang maju akan menjadikan sebuah kota atau suatu daerah berkembang menjadi sumber destinasi pariwisata. Gati menyampaikan, program dan kebijakan pengembangan daya saing IKM alas kaki nasional, antara lain program pengenaan pajak ekspor bahan baku kulit dalam rangka menjamin ketersediaan bahan baku dalam negeri serta penguatan branding produk dalam negeri melalui sepatu Ekuator.