Title
Industri Alas Kaki Dalam Perspektif Bank Indonesia
Ditulis oleh Aprisindo   
Senin, 21 Agustus 2017 04:44
Pada tanggal 31 Juli 2017 telah diadakan Focus Group Discussion (FGD) antara Bank Indonesia (BI) dengan Aprisindo di Kantor Bank Indonesia, Jl. Thamrin. Tujuan pokok FGD ini dimaksudkan agar BI memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai industri alas kaki di Indonesia. Hadir dari pihak Bank Indonesia Bapak IGP Wira Kusuma Ph.D,  Deputi Direktur Bidang Kebijakan Ekonomi dan  Moneter Bank Indonesia, Bapak Donni Fadjar Anugrah, Asisten  Direktur Bidang Kebijakan Ekonomi dan  Moneter Bank Indonesia serta beberapa pejabat lainnya, sedangkan dari pihak APRISINDO dihadiri oleh Bapak Binsar Marpaung, SH,MH Sekretaris Jenderal dan Ig. Sigit Murwito Direktur Eksekutif.
Pada kesempatan ini disampaikan data-data perkembangan industri alas kaki dan dibahas juga peraturan-peraturan yang menghambat pertumbuhan alas kaki. Sebagai kesimpulan APRISINDO memberikan rekomendasi sbb:  
A.  Hilirisasi
     Pemerintah sangat diharapkan untuk merealisasi program hilirisasi sebagaimana diatur dalam Rencana Induk  
      Pembangunan Industri Nasional 2015-2035 (RIPIN). Hal ini akan meningkatkan nilai tambah dari produk-produk sepatu yang di ekspor.
B.  Industri Pendukung
     Sampai pada waktu ini posisi industri alas kaki Indonesia masih lemah karena 65 % bahan bahan untuk industri alas kaki harus di impor. Perlu insentif untuk industri
     pendukung.
C. Branding Nasional
     Melaksanakan program Nasional Branding. Masalah lainnya yang penting dalam industri alas kaki Indonesia adalah membangun Brand Indonesia, untuk tujuan ini
     program yang  pernah ada agar dilakukan secara berkesinambungan.
D. Revitalisasi Mesin
     Program   revitalisasi   mesin - mesin  alas  kaki  yang  selama ini pernah berjalan agar dilanjutkan sehingga barang-barang yang dihasilkan lebih baik dan diproduksi
     secara efesien, dan meningkatkan daya saing.