• Registration Member
  • Layanan Pengaduan
Friday, May 1, 2026
Aprisindo
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • VISI & MISI
    • MANAJEMEN
  • MEMBER
    • REGISTRASI MEMBER
  • NEWSLETTER
  • KATALOG
  • HUBUNGI
No Result
View All Result
Aprisindo
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • VISI & MISI
    • MANAJEMEN
  • MEMBER
    • REGISTRASI MEMBER
  • NEWSLETTER
  • KATALOG
  • HUBUNGI
No Result
View All Result
Aprisindo
Home Newsletter

Jika Pemerintah Bantu Atasi Permasalahan Industri Alas Kaki, Target Ekspor 2021 Sebesar 5,3 USD Milyar Akan Tercapai

admin by admin
28/06/2022
in Newsletter
0

Di tengah pandemi Covid 19 ekspor alas kaki Indonesia mengalami peningkatan, padahal dinegara-negara lain justru terjadi penurunan. Untuk itu pemerintah diharapkan bisa lebih membantu mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada, mengingat  industri alas kaki cukup membantu perekonomian negara walaupun dimasa pandemi, hal ini disampaikan  Wakil Ketua Umum APRISINDO Budiarto Tjandra dalam rapat virtual dengan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kemendag Didi Sumendi tanggal 16/6/2021.
Pada periode Januari-Juli 2020 ekspor alas kaki naik sebesar 10,55% atau menjadi 2,86 USD milyar dari realisasi Januari-Juli 2019 sebesar 2.58 USD milyar. Pada tahun 2021 trand masih mengalami kenaikan dan diperkirakan akan lebih bertambah dengan adanya ekspansi dan investasi baru pabrik di Jawa Tengah, seperti di Brebes, Jepara, Pati, Rembang, Temanggung dan daerah lainnya. Sehingga target ekspor alas kaki ditahun 2021 sebesar 5,3 USD milyar akan dapat tercapai. Bahkan bisa lebih jika pemerintah bisa mengatasi permasalahan yang dihadapi industri alas kaki. �ungkap Budiarto�.
Lebih lanjut Budiarto menyampaikan, beberapa permasalahan yang dihadapi industri alas kaki saat ini diantaranya adalah; Pertama. Masih sulitnya kontener untuk kegiatan ekspor dan impor, sehingga cukup menghambat pengiriman barang maupun pengadaan bahan baku impor, hal ini akan menambah cost perusahaan, Kedua.  Untuk proses produksi kita masih mengandalkan impor bahan baku yang mencapai 60 – 70 %, sementara Vietnam sebagai negara competitor Indonesia, bahan baku dari lokal,
Ketiga. Masalah Covid 19, hal ini sangat mengganggu industri alas kaki yang merupakan padat karya.
Untuk itu pemerintah bisa mempriortaskan pengadaan vaksinasi , khususnya dizona merah, karena jika ada yg terpapar akan mengganggu proses produksi, Keempat. Perijinan-perijinan didaerah untuk pembangunan pabrik masih terkendala, Kelima. Dengan diterapkannya safeguard impor tekstil, sebagai salah satu bahan baku alas kaki mengakibatkan bahan baku lebih mahal, Keenam. Tariff BM ekspor alas kaki ke Uni Eropa yang masih tinggi, Vietnam sebagai negara pesaing Indonesia sudah ada perjanjian EU-CEPA dengan Uni Eropa  sehingga tarif BM sudah 0 %,sedangkan Indonesia belum ada perjanjian padahal Eropa merupakan negara potensial untuk ekspor alas kaki Indonesia.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi menyampaikan, sektor alas kaki diharapkan menjadi tulang punggung ekspor non migas Indonesia. Mengingat dikala semua sektor terjadi penurunan ekspor karena masa pandemi covid 19, namun justru untuk sektor alas kaki terjadi peningkatan ekspor, ini suatu capaian yang luar biasa, �ungkapnya�.
Lebih lanjut Didi menyampaikan, saat ini beberapa peluang untuk industri alas kaki yang dapat untuk meningkatkan ekspor, diantaranya; Permintaan Global, sepatu olah raga terjadi peningkatan permintaan di masa pandemi; Trand digitalisasi, yakni melalui pemanfaatan e-commerce untuk promosi dan pemasaran; Penyederhanaan proses ekspor dan percepatan penerbitan perijinan; serta adanya perjanjian kerjasama internasional yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong ekspor alas kaki, seperti  IA-CEPA, AC-FTA, AK-FTA. Pada tahun 2021 ini kementerian perdagangan menargetkan ekspor alas kaki, untuk pesimis 5,3 USD milyar, sementara  capaian optimis dikisaran 5,4 -6 USD milyar, lanjut Didi.

admin

admin

Next Post
Kemenlu dorong Pengembangan ekspor alas kaki ke Amerika Latin dan Karibia

Kemenlu dorong Pengembangan ekspor alas kaki ke Amerika Latin dan Karibia

Discussion about this post

Popular News

  • PT. POU YUEN INDONESIA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GLOSTAR INDONESIA,PT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CHANG SHIN INDONESIA, PT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MANGUL JAYA, PT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT. BERKAT GANDA SENTOSA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

By Categories

  • Agenda Pameran
  • Assosiate Member
  • Component
  • Newsletter
  • Producer
  • Profile
  • Traders
  • Uncategorized
Aprisindo

Komplek Harmoni Plaza Blok B No.32
Jl. Suryopranoto, Kel. Petojo Utara,
Kec. Gambir Jakarta Pusat 10130
Telp. : (021) 6321 555
Email : aprisindopusat@yahoo.co.id
WA : 0812 5222 3752

Berita Terbaru

  • Lomba International Footwear Design Competition (IFDC) 2026
  • Talk Show eksklusif APRISINDO, Bahas Kolaborasi Fashion dengan Sektor Alas Kaki
  • APRISINDO Menghadiri International Footwear Conference (IFC) 2025 di Malaysia
  • APRISINDO Apresiasi Barantin Mudahkan Importasi Bahan Baku Alas Kaki
  • Pada Pembukaan Pameran ILF 2025, Ketua Umum APRISINDO Optimis Sektor Alas Kaki Akan Tumbuh

Tentang Kami

  • Menejemen
  • Visi dan Misi
  • Profile Aprisindo
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  • Katalog

Follow Social Media

@aprisindo.pusat
  • Registration Member
  • Layanan Pengaduan
  • Hubungi Kami

© 2025 APRISINDO - Asosiasi Persepatuan Indonesia

slot online slot anti rungkad sultan 77 jasa seo kapten 77 Slot gacor
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • VISI & MISI
    • MANAJEMEN
  • MEMBER
    • REGISTRASI MEMBER
  • NEWSLETTER
  • KATALOG
  • HUBUNGI

© 2025 APRISINDO - Asosiasi Persepatuan Indonesia