• Registration Member
  • Layanan Pengaduan
Saturday, May 2, 2026
Aprisindo
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • VISI & MISI
    • MANAJEMEN
  • MEMBER
    • REGISTRASI MEMBER
  • NEWSLETTER
  • KATALOG
  • HUBUNGI
No Result
View All Result
Aprisindo
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • VISI & MISI
    • MANAJEMEN
  • MEMBER
    • REGISTRASI MEMBER
  • NEWSLETTER
  • KATALOG
  • HUBUNGI
No Result
View All Result
Aprisindo
Home Newsletter

Sejarah Sentral Industri Kecil Alas Kaki Cibaduyut

Aprisindo by Aprisindo
30/10/2024
in Newsletter
0
Sejarah Sentral Industri Kecil Alas Kaki Cibaduyut

Central industri kecil sepatu Cibaduyut terletak kurang lebih 5 km sebelah selatan pusat Kota Bandung, dengan luas areal kurang lebih 14 km. Pada tahun 1918 yang diawali oleh beberapa warga Cibaduyut yang belajar membuat sepatu dari orang Jakarta yang bernama Bang Naen dan Bang Gelang. Pada waktu itu muncul tokoh pengrajin yang bernama Bah Umri dan Bah Omon yang merupakan penduduk dari Blok Sepatu Cibaduyut. Tumbuhnya usaha sepatu di Cibaduyut menjadi sentra industri kecil dimulai sekitar tahun 1920- an.

Hasil produksi para pengrajin sepatu saat itu baru dipasarkan berdasarkan pesanan perorangan. Pada tahun 1940 industri sepatu meluas hingga daerah Cangkuang dan Sukamenak. Status usaha mereka masih skala industri rumah tetapi sudah dapat menangani pesanan dari pedagang besar maupun retailer dari luar Bandung. Pada masa tersebut, terkenal beberapa tokoh yaitu Mang Ajum, Mang Uce, Mang Sueb dan Mang Ondo. Sekitar tahun 1950 jumlah pengrajin menjadi kurang lebih 250 pengusaha. Mereka membentuk wadah pengusaha yaitu Gabungan Pengusaha Sepatu Desa Bojongloa (GPSDB). Melalui wadah ini mulai dirintis penyediaan bahan baku yang berasal dari luar negeri untuk para anggotanya. GPSD berganti nama menjadi Koperasi Perkulitan dan Sepatu Indonesia (KOPSI) yang memiliki anggota sebanyak 120 pengusaha.

Tahun 1970 pengusaha di Kota Bandung membentuk Koperasi Persepatuan Bandung

Kota (KPBK) yang beranggota 20 orang. Tahun 1976/1977 mulai masuk program pembinaan dari

Departemen Perindustrian yang bekerjasama dengan Lembaga Penelitian, pendidikan, Penerangan, Ekonomi dan Sosial (LP3ES). Tahun 1977/1978 Departemen Perindustrian membangun pusat pelayanan yang bernama “SERVICE CENTRE” yang sekarang dikenal dengan “UNIT PELAYANAN TEKNIS” (UPT). Tahun 1983 d Desa Cibaduyut Blok Cikamandilan dibentuk Kesejahteraan Simpan Pinjam Cikamandilan (KSPC) beranggota 80 orang yang dibimbing oleh Lembaga Pendidikan Manajemen (LPM) UNPAD.

Tahun 1994 terbentu Gabungan Pengusaha Industri Kecil (GAPICI) yang bergerak dalam pengembangan SDM dan Kemitraan. Kemudian tahun 1979/1980 UPT dan KOPSI mulai merintis mendirikan toko/show room sebanyak 2 dan tahun-tahun berikutnya terus bertambah. Tahun 1987 berdiri stasiun TVRI yang berdampak positif bagi perkembangan industri sepatu Cibaduyut. Akhir-akhir ini, selain sepatu, di sentra Cibaduyut telah berkembang industri lain seperti dompet, tas, sabuk, topi dan kerajinan kulit lainnya.

UPT berfungsi memberikan jasa pelayanan pembinaan kepada masyarakat industri kecil. Pelayanan yang diberikan berupa pemanfaatan sarana dan prasarana dalam rangka meningkatkan nilai tambah, mutu produksi dan manajemen. Sarana fisik lainnya berupa mesin acuan sepatu, mesin seset, mesin jahit, mesin pound, mesin potong kulit, dan mesin press sol.

Akhir tahun 1997 negara Indonesia dilanda krisis keuangan yang berlanjut pada krisis ekonomi dan krisis politik. Krisis ini mengakibatkan ketidakstabilan harga bahan baku yang relatif meningkat. Selain itu, daya beli masyarakat terhadap produk kulit juga rendah. Periode akhir tahun 1997 – 1998 banyak pengrajin yang berhenti produksi selama beberapa waktu. Beberapa permasalahan yang dihadapi sentra industri sibaduyut yaitu dari :

(1). Aspek pemasaran Masih mengandalkan sistem pesanan atau job order, rendahnya kemauan dan kemampuan mempromosikan hasil produksi ke pasaran bebas, pemakaian merk masih bersifat kebarat-baratan atau asia timur.

(2). Aspek permodalan Modal yang terbatas, suku bunga cukup tinggi, dan kurang dapat mengelola modal.

(3). Aspek teknologi Peralatan masih tradisional, lemah dalam desain produk khususnya pemulaan, dan kurang motivasi untuk meningkatkan mutu produksi melalui penyerapan teknologi baru. (4) Aspek manajemen dan organisasi Kurangnya kemampuan mengelola usaha, kurangnya minat berorganisasi usaha bersama, kegiatan pembukuan belum baik, dan SDM sepatu yang memiliki keterampilan sulit didapat.

(5). Aspek pengadaan bahan baku Harga bahan baku dan penolong cenderung naik dan susah dapat bahan baku dengan partai kecil.

Untuk melengkapi sarana danpelayanan, pada bulan Januari1989 diresmikan Warung Pos danTelekomunikasi (WARPOSTEL)dengan tujuan memperlancar arustelekomunikasi bisnis bagipengusaha. Fasilitas yang tersediayaitu pelayanan pos dan giro,telepon umum, dan pelayananpariwisata. Adapun beberapa prospek Cibaduyut di masa mendatangsebagai berikut :

Pertama. Aspek pasarPeluang memperbesara skalaekspor dengan meningkatkanteknologi, keterampilan dan saranaproduksi lainnya.

Kedua. Aspek teknologiSekitar 60% dari pengusahasepatu di Cibaduyut telahmenggunakan mesin-mesin danperalatan yang semi masinal.

Ketiga. Aspek pariwisata Cibaduyut dapat menjadi daerah pariwisata yang potensial untuk berkembang dengan adanya stasiun TVRI Bandung, Terminal Leuwipanjang dan Jalan tol Padalarang-Cileunyi.

Aprisindo

Aprisindo

Next Post
APRISINDO Selenggarakan Lomba Desain Alas Kaki Tingkat Nasional 2024

APRISINDO Selenggarakan Lomba Desain Alas Kaki Tingkat Nasional 2024

Popular News

  • PT. POU YUEN INDONESIA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GLOSTAR INDONESIA,PT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CHANG SHIN INDONESIA, PT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MANGUL JAYA, PT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT. BERKAT GANDA SENTOSA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

By Categories

  • Agenda Pameran
  • Assosiate Member
  • Component
  • Newsletter
  • Producer
  • Profile
  • Traders
  • Uncategorized
Aprisindo

Komplek Harmoni Plaza Blok B No.32
Jl. Suryopranoto, Kel. Petojo Utara,
Kec. Gambir Jakarta Pusat 10130
Telp. : (021) 6321 555
Email : aprisindopusat@yahoo.co.id
WA : 0812 5222 3752

Berita Terbaru

  • Lomba International Footwear Design Competition (IFDC) 2026
  • Talk Show eksklusif APRISINDO, Bahas Kolaborasi Fashion dengan Sektor Alas Kaki
  • APRISINDO Menghadiri International Footwear Conference (IFC) 2025 di Malaysia
  • APRISINDO Apresiasi Barantin Mudahkan Importasi Bahan Baku Alas Kaki
  • Pada Pembukaan Pameran ILF 2025, Ketua Umum APRISINDO Optimis Sektor Alas Kaki Akan Tumbuh

Tentang Kami

  • Menejemen
  • Visi dan Misi
  • Profile Aprisindo
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  • Katalog

Follow Social Media

@aprisindo.pusat
  • Registration Member
  • Layanan Pengaduan
  • Hubungi Kami

© 2025 APRISINDO - Asosiasi Persepatuan Indonesia

slot online slot anti rungkad sultan 77 jasa seo kapten 77 Slot gacor
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • VISI & MISI
    • MANAJEMEN
  • MEMBER
    • REGISTRASI MEMBER
  • NEWSLETTER
  • KATALOG
  • HUBUNGI

© 2025 APRISINDO - Asosiasi Persepatuan Indonesia