• Registration Member
  • Layanan Pengaduan
Thursday, April 30, 2026
Aprisindo
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • VISI & MISI
    • MANAJEMEN
  • MEMBER
    • REGISTRASI MEMBER
  • NEWSLETTER
  • KATALOG
  • HUBUNGI
No Result
View All Result
Aprisindo
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • VISI & MISI
    • MANAJEMEN
  • MEMBER
    • REGISTRASI MEMBER
  • NEWSLETTER
  • KATALOG
  • HUBUNGI
No Result
View All Result
Aprisindo
Home Newsletter

Ringkasan Wawancara Ketua Umum APRISINDO  Eddy Widjanarko bersama World Footwear

Aprisindo by Aprisindo
29/10/2024
in Newsletter
0
Ringkasan Wawancara Ketua Umum APRISINDO  Eddy Widjanarko bersama World Footwear

Pada sela-sela Kongres Alas Kaki Internasional  ke-21 di Milan dan Vigevano, Itali, Ketua umum APRISINDO Eddy Widjanarko wawancara dengan World Footwear. Beberapa hal telah disampaikan Eddy Widjanarko sebagaimana yang ditanyakan oleh World Footwear pada, khususnya terkait industri alas kaki di Indonesia. Berikut beberapa petikannya:

Eddy Widjanarko menuturkan bahwa untuk ekspor alas kaki Indonesia sebagian besar adalah jenis sepatu olah raga. Kegiatan ekspor tersebut sudah dimulai sejak 42 tahun yang lalu. Adapun untuk sepatu olah raga yang di ekspor tersebut merupakan merek global seperti Nike, adidas dan reebok. Para memegang merek tersebut telah melakukan investasi di Indonesia yang cukup besar. Indonesia merupakan produsen sepatu olah raga terbesar ketiga dunia, setelah Tiongkok dan Vietnam. 

Menurut Eddy Widjanarko investor akan lebih memilih Indonesia sebagai tempat berinvestasi, karena hasil produk alas kaki dari Indonesia kualitas dan pengerjaan baik, harga produksi Indonesia lebih stabil. Produktivitas kita tidak sama dengan di Tiongkok, di mana satu pekerja mungkin dapat menghasilkan tujuh pasang, sementara di Indonesia, kita hanya memproduksi tiga atau empat pasang, terdapat perbedaan produktivitas yang sangat besar. Namun, menurut Eddy, jika memproduksi dengan sangat cepat, kualitasnya tidak terlalu bagus. Tapi di Indonesia, meski sedikit lebih lambat, kualitasnya selalu bagus dan stabil. Itu sebabnya merek seperti Nike, Rebook, dan adidas menganggap Indonesia sebagai tempat terbaik bagi mereka untuk berinvestasi.

Beberapa tahun lalu, selama periode COVID-19, ketika Tiongkok dan Vietnam melakukan lockdown, Indonesia menemukan cara untuk tetap berproduksi. Jadi kalau tahun lalu kenaikan ekspornya berkisar 28%-32%, tapi tahun ini karena pasar sedang overstock, ekspor kita sampai Juni 2023 berada pada mode penurunan, sekitar -18% dibandingkan tahun lalu. Namun, hal ini dibandingkan dengan dua tahun terakhir, ketika kami melakukannya dengan sangat baik.

Terkait Investasi, Indonesia mendapat manfaat dari peralihan produksi dari Tiongkok, karena perang dagang dengan Amerika dan penurunan ekspor secara tiba-tiba ke Amerika. Hal ini mengakibatkan perpindahan ke negara lain untuk berinvestasi. Jadi, dalam tiga tahun terakhir ada 78 perusahaan besar yang datang ke Indonesia untuk berinvestasi. Saat ini Jawa Tengah menjadi tujuan pengembangan maupun relokasi industri alas kaki. Ungkap Eddy.

Untuk tantangan industri alas kaki Indonesia salah satunya terkait dengan bahan baku, karena sampai saat ini industri alas kaki Indonesia harus impor, seperti dari China, India, dan banyak negara mitra lainnya. Pemerintah kita sedang berusaha mengubah keadaan dan mengubah peraturan, artinya mulai saat ini bahan yang diimpor harus membayar bea masuk dalam persentase tertentu. Dengan demikian, ada upaya untuk mendorong industri pendukungnya agar berkembang dan berinvestasi di Indonesia.

Hal kedua adalah banyaknya persyaratan dan aturan  tertentu, yang di terapkan pemerintah Eropa dan Amerika jika akan melakukan ekspor ke negara tersebut. Sehingga   harus mengikuti aturan dan bagi Indonesia merupakan situasi yang cukup sulit, karena industri perlu beradaptasi untuk memenuinya. Jadi mungkin kedua hal ini sedikit menantang kita saat ini.

Lebih lanjut Eddy menyampaikan Indonesia mempunyai 265 juta penduduk dan 70% -nya merupakan kelompok umur 25 sampai 45 tahun. Jadi mereka berada pada usia produktif. Ketika kita melakukan relokasi industri, sangat mudah mencari tenaga kerja. Satu-satunya masalah adalah harus melakukan pelatihan untuk menyediakan tenaga kerja yang siap pakai.

Sementara terkait teknologi dan inovasi yang dapat membantu industri alas kaki, kita melihat banyak robot yang melakukan segala hal, namun menggunakan mesin di industri alas kaki akan cukup sulit karena industri ini seperti kerajinan tangan, karena ada beberapa hal yang harus dikerjakan manusia, karena memerlukan kesabaran dan beberapa seni yang harus dikerjakan dengan kesabaran tersebut. ‘lanjutnya’.

Banyak inovasi dan digitalisasi yang terjadi. Sebagian besar permasalahan yang ada saat ini sangat berkaitan dengan keberlanjutan. Contohnya, dulu memakai sepatu dalam beberapa waktu dan akan membuangnya begitu saja dan yang terjadi pencemaran lingkungan. Namun saat  ini yang dilakukan di Taiwan, mencari cara alternatif untuk membuang sepatu tersebut, tapi cukup membuangnya atau mengubur di lahan dan menunggu satu atau dua tahun dan sepatu tersebut akan hilang dan hancur dan menyatu dengan alam dengan sendirinya. Jadi hal seperti ini sangat ramah lingkungan. “pungkas Eddy Widjanarko”.

Aprisindo

Aprisindo

Next Post
Moment Lebaran Menjadi Penyumbang Penjualan Pasar Lokal Produk Alas Kaki

Moment Lebaran Menjadi Penyumbang Penjualan Pasar Lokal Produk Alas Kaki

Popular News

  • PT. POU YUEN INDONESIA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GLOSTAR INDONESIA,PT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CHANG SHIN INDONESIA, PT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MANGUL JAYA, PT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT. BERKAT GANDA SENTOSA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

By Categories

  • Agenda Pameran
  • Assosiate Member
  • Component
  • Newsletter
  • Producer
  • Profile
  • Traders
  • Uncategorized
Aprisindo

Komplek Harmoni Plaza Blok B No.32
Jl. Suryopranoto, Kel. Petojo Utara,
Kec. Gambir Jakarta Pusat 10130
Telp. : (021) 6321 555
Email : aprisindopusat@yahoo.co.id
WA : 0812 5222 3752

Berita Terbaru

  • Lomba International Footwear Design Competition (IFDC) 2026
  • Talk Show eksklusif APRISINDO, Bahas Kolaborasi Fashion dengan Sektor Alas Kaki
  • APRISINDO Menghadiri International Footwear Conference (IFC) 2025 di Malaysia
  • APRISINDO Apresiasi Barantin Mudahkan Importasi Bahan Baku Alas Kaki
  • Pada Pembukaan Pameran ILF 2025, Ketua Umum APRISINDO Optimis Sektor Alas Kaki Akan Tumbuh

Tentang Kami

  • Menejemen
  • Visi dan Misi
  • Profile Aprisindo
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  • Katalog

Follow Social Media

@aprisindo.pusat
  • Registration Member
  • Layanan Pengaduan
  • Hubungi Kami

© 2025 APRISINDO - Asosiasi Persepatuan Indonesia

slot online slot anti rungkad sultan 77 jasa seo kapten 77 Slot gacor
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • VISI & MISI
    • MANAJEMEN
  • MEMBER
    • REGISTRASI MEMBER
  • NEWSLETTER
  • KATALOG
  • HUBUNGI

© 2025 APRISINDO - Asosiasi Persepatuan Indonesia