Indonesia Footwear Summit 2026 sukses diselenggarakan pada 13–15 April 2026 di Hotel Double Tree by Hilton Kemayoran Jakarta, mempertemukan para pemangku kepentingan global untuk membahas masa depan industri alas kaki. Peserta Indonesia Footwear Summit yakni dari beberapa negara yang berkepentingan diantaranya dari China, Taiwan, India, Pakistan, Nigeria, Eropa dan lainnya.
Ketua Dewan Pembina yang sekaligus sebagai hubungan luar negeri APRISINDO Eddy Widjanarko, menegaskan bahwa industri alas kaki Indonesia terus menunjukkan daya saing global yang kuat, didorong oleh pertumbuhan pasar, peluang ekspor, serta transformasi rantai pasok. Namun demikian, ia juga menyoroti tantangan strategis seperti dinamika perdagangan internasional, kebutuhan inovasi teknologi, serta tekanan untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi.
Dari sisi pemerintah, Cahyo Purnomo, Direktur Promosi Investasi untuk Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), memaparkan berbagai insentif investasi dan kemudahan berusaha di Indonesia, termasuk pengembangan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (SEZ) yang semakin kompetitif untuk menarik investor global di sektor manufaktur alas kaki.
Diskusi berlanjut dengan pandangan global dari para pembicara internasional yang membahas tren industri, kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan Uni Eropa, serta transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam rantai pasok. Isu keberlanjutan, kepatuhan regulasi, serta ketahanan rantai pasok menjadi tema utama dalam berbagai sesi panel pada 13–14 April.
Pada hari ketiga, 15 April para peserta Indonesia Footwear Summit mengadakan kunjungan pabrik ke PT Aggiomultimex International Group sebagai bagian dari rangkaian acara. Kunjungan ini memberikan gambaran langsung mengenai proses produksi, standar kualitas, serta potensi kemitraan dan investasi di industri alas kaki Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dan pasar ekspor ke berbagai negara maju, perusahaan ini mencerminkan kemampuan manufaktur Indonesia yang semakin kompetitif di tingkat global.
Summit ini menjadi platform strategis untuk memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, dan memperluas akses pasar, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam industri alas kaki dunia.


