• Registration Member
  • Layanan Pengaduan
Monday, August 24, 2026
Aprisindo
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • VISI & MISI
    • MANAJEMEN
  • MEMBER
    • REGISTRASI MEMBER
  • NEWSLETTER
  • KATALOG
  • HUBUNGI
No Result
View All Result
Aprisindo
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • VISI & MISI
    • MANAJEMEN
  • MEMBER
    • REGISTRASI MEMBER
  • NEWSLETTER
  • KATALOG
  • HUBUNGI
No Result
View All Result
Aprisindo
Home Newsletter

DPN APRISINDO Pusat Perkuat Sinergi dengan DPD APRSINDO Jabar, Dorong UMKM/IKM Alas Kaki Pasar Domestik Naik Kelas

admin by admin
24/08/2026
in Newsletter
0
DPN APRISINDO Pusat Perkuat Sinergi dengan DPD APRSINDO Jabar, Dorong UMKM/IKM Alas Kaki Pasar Domestik Naik Kelas

Kunjungan Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Persepatuan Indonesia Pusat (DPN APRISINDO Pusat) ke Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Persepatuan Indonesia Provinsi Jawa Barat (DPD APRISINDO Jabar) pada 25 Jui 2026, Sebagai wujud memperkuat komunikasi dan konsolidasi organisasi, menyerap aspirasi pelaku industri alas kaki di daerah dan memastikan roda organisasi berjalan baik sebagai harapan keberlanjutan kaderisasi kedepan. Kunjungan DPN yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Anton J. Supit, didampingi Wakil Ketua Umum Harijanto dan Sekretaris Jenderal Yoseph Billie Dosiwoda, berlangsung selama satu hari dengan agenda kunjungan pabrik, sharing session bersama anggota, serta pembahasan arah pengembangan industri alas kaki di Jawa Barat.

Kunjungan DPN APRISINDO di Bandung rombongan disambut jajaran pengurus DPD dan melakukan sarapan bersama di Madam Wong Resto. Sebagai momentum membangun komunikasi yang lebih erat antara pengurus pusat dan daerah sebelum memulai agenda Kunjungan lapangan. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke CV Raimondi dan CV Angcona Mestika Unisole (AMU). Pada kesempatan tersebut, DPN bersama pengurus DPD meninjau langsung fasilitas produksi serta berdialog dengan pelaku usaha mengenai kondisi riil industri alas kaki di Jawa Barat. Diskusi menyoroti tantangan yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari pelemahan permintaan pasar, meningkatnya biaya produksi, hingga kebutuhan peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM/IKM di pasar domestik.

Acara dilanjutkan, setelah makan siang bersama DPN dan DPD melaksanakan Sharing Session bersama anggota aktif DPD. Ketua Umum Anton J. Supit memperkenalkan jajaran DPN yang hadir sekaligus menegaskan komitmen meng-entertain untuk semakin hadir memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota, baik industri besar, menengah, kecil, supplier, maupun pemilik merek lokal. Sekretaris Jenderal Yoseph Billie Dosiwoda kemudian memaparkan berbagai program kerja, tugas pokok dan fungsi DPN, termasuk hasil advokasi yang telah dilakukan sejak awal tahun 2026. Beberapa isu strategis yang menjadi fokus antara lain penguatan daya saing industri, penyederhanaan regulasi, harmonisasi berbagai kebijakan sertifikasi, penguatan industri hulu dan bahan baku, persoalan impor illegal dan sepatu tiruan.

Selanjutnya Ketua Henny Setiadi menyampaikan apresiasi atas kunjungan DPN yang dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi organisasi. Beliau memaparkan Outlook Industri Alas Kaki Jawa Barat 2026, yang diawali perkenalan pengurus DPD yang hadir dipimpin oleh Ketua Henny Setiadi (PT Venamon), Bendahara Linda Chandra (Linda Chandra Art Shoes), Wakil Ketua Bidang Pengembangan UMKM Lie Hoeng Sen (CV Raimondi Usaha Maju), serta jajaran Dewan Penasehat Budiono Liman dan Dede Candra.

Disampaikan bahwa karakteristik keanggotaan DPD sangat beragam, mencakup manufaktur besar, industri menengah dan kecil, supplier bahan baku, pemilik merek lokal hingga UMKM/IKM dan pengrajin alas kaki. Kondisi tersebut menjadikan Jawa Barat sebagai ekosistem industri alas kaki yang excellent lengkap dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Dalam paparannya, DPD Jawa Barat juga menyampaikan sejumlah tantangan yang tengah dihadapi pelaku usaha sepanjang tahun 2026, di antaranya penurunan pesanan hingga 30–50 persen, melemahnya daya beli masyarakat, meningkatnya persaingan harga, maraknya produk impor murah dan barang tiruan, serta masih banyaknya UMKM/IKM

 yang mengalami idle capacity. Selain itu, pelaku usaha juga menghadapi kenaikan biaya produksi, ketergantungan terhadap bahan baku impor, fluktuasi nilai tukar, sulitnya memperoleh tenaga kerja terampil, serta berbagai regulasi yang dinilai masih membebani dunia usaha, khususnya sektor UMKM/IKM.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari semua anggota. Salah satu kesimpulan penting yang mengemuka adalah perlunya memperkuat posisi APRISINDO sebagai rumah bersama seluruh pelaku industri alas kaki tanpa membedakan skala usaha. DPD Jawa Barat juga mengharapkan penguatan sinergi DPN–DPD melalui advokasi nasional, penyediaan data pasar, program business matching, pelatihan teknis berkelanjutan, pengembangan katalog digital anggota, optimalisasi website APRISINDO, serta perluasan program ekspor bagi anggota.

Menindaklanjuti berbagai aspirasi tersebut, selain ada beberapa agenda yang perlu direalisasikan menjadi agenda bersama DPN dan DPD. Sehari setelah kunjungan DPN menyampaikan surat resmi kepada Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian sebagai langkah awal membangun sinergi yang lebih erat dalam pembinaan industri alas kaki berbasis UMKM/IKM dan pasar domestik. DPN menilai bahwa karakteristik anggota DPD di Jawa Barat dan Jawa Timur didominasi pelaku usaha yang berorientasi pada pasar domestik dan memiliki potensi besar untuk upgrade naik kelas.

Kunjungan kerja DPN ke DPD menjadi bukti komitmen organisasi dalam membangun komunikasi dua arah antara pusat dan daerah, dengan harapan jangka panjang hadirnya APRISINDO di Jabar terwujudnya regenerasi dan kaderisasi yang berkelanjutan. Sebagaimana pelaku industri memerlukan wadah organisasi APRISINDO dalam mewujudkan kepentingan industri alas kaki di Jawa Barat sebagai wadah advokasi dan peningkatan bagi Anggotanya untuk semakin maju.

Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Persepatuan Indonesia (DPN APRISINDO) melakukan kunjungan kerja ke Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Persepatuan Indonesia Provinsi Jawa Barat (DPD APRISINDO Jabar) sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi, konsolidasi organisasi, serta menyerap aspirasi pelaku industri alas kaki di daerah. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlangsungan organisasi melalui regenerasi dan kaderisasi yang berkesinambungan.

Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum APRISINDO Anton J. Supit tersebut didampingi Wakil Ketua Umum Harijanto dan Sekretaris Jenderal Yoseph Billie Dosiwoda. Selama satu hari penuh, rombongan DPN melaksanakan berbagai agenda mulai dari kunjungan pabrik, dialog dengan anggota, hingga pembahasan arah pengembangan industri alas kaki Jawa Barat yang merupakan salah satu pusat industri alas kaki terbesar di Indonesia.

Setibanya di Bandung, rombongan DPN disambut oleh jajaran pengurus DPD APRISINDO Jawa Barat dan mengawali kegiatan dengan sarapan bersama di Madam Wong Resto. Suasana hangat dan penuh keakraban menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pengurus pusat dan daerah sebelum memasuki agenda lapangan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke CV Raimondi dan CV Angcona Mestika Unisole (AMU). Dalam kunjungan tersebut, DPN bersama pengurus DPD meninjau langsung fasilitas produksi serta berdialog dengan para pelaku usaha mengenai kondisi aktual industri alas kaki di Jawa Barat. Berbagai tantangan yang tengah dihadapi industri menjadi topik utama pembahasan, mulai dari melemahnya permintaan pasar, meningkatnya biaya produksi, hingga kebutuhan peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM/IKM yang berorientasi pada pasar domestik.

Setelah kunjungan lapangan dan makan siang bersama, agenda dilanjutkan dengan Sharing Session yang dihadiri anggota aktif DPD APRISINDO Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum APRISINDO Anton J. Supit memperkenalkan jajaran pengurus DPN yang hadir sekaligus menegaskan komitmen organisasi untuk semakin hadir dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota, baik industri besar, menengah, kecil, supplier, maupun pemilik merek lokal.

Anton menegaskan bahwa APRISINDO harus menjadi rumah bersama bagi seluruh pelaku industri alas kaki Indonesia. Menurutnya, keberagaman anggota merupakan kekuatan organisasi yang harus dikelola melalui program-program yang mampu menjawab kebutuhan seluruh segmen industri.

Selanjutnya, Sekretaris Jenderal APRISINDO Yoseph Billie Dosiwoda memaparkan berbagai program kerja, tugas pokok dan fungsi DPN, termasuk hasil-hasil advokasi yang telah dilakukan sejak awal tahun 2026. Dalam pemaparannya disampaikan sejumlah isu strategis yang menjadi fokus organisasi, antara lain penguatan daya saing industri, penyederhanaan regulasi, harmonisasi kebijakan sertifikasi, penguatan industri hulu dan bahan baku, serta penanganan persoalan impor ilegal dan peredaran produk tiruan yang merugikan industri nasional.

Pada sesi berikutnya, Ketua DPD APRISINDO Jawa Barat Henny Setiadi menyampaikan apresiasi atas kunjungan DPN yang dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi organisasi. Ia juga memaparkan Outlook Industri Alas Kaki Jawa Barat Tahun 2026 yang memberikan gambaran kondisi terkini industri di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Henny memperkenalkan jajaran pengurus DPD yang hadir, antara lain Bendahara Linda Chandra, Wakil Ketua Bidang Pengembangan UMKM Lie Hoeng Sen, serta Dewan Penasehat Budiono Liman dan Dede Candra. Ia menjelaskan bahwa karakteristik anggota DPD APRISINDO Jawa Barat sangat beragam, mulai dari manufaktur besar, industri menengah dan kecil, supplier bahan baku, pemilik merek lokal, hingga UMKM/IKM dan para pengrajin alas kaki.

Keberagaman tersebut menjadikan Jawa Barat sebagai ekosistem industri alas kaki yang lengkap dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Namun demikian, sepanjang tahun 2026 para pelaku usaha juga menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan.

DPD Jawa Barat mencatat adanya penurunan pesanan di sejumlah sektor yang berkisar antara 30 hingga 50 persen akibat melemahnya daya beli masyarakat dan meningkatnya persaingan harga di pasar. Selain itu, maraknya produk impor murah dan barang tiruan turut memberikan tekanan terhadap keberlangsungan usaha anggota. Banyak UMKM dan IKM alas kaki juga dilaporkan mengalami idle capacity akibat belum optimalnya penyerapan pasar.

Di sisi lain, industri masih menghadapi kenaikan biaya produksi, ketergantungan terhadap bahan baku impor, fluktuasi nilai tukar, keterbatasan tenaga kerja terampil, serta berbagai regulasi yang dinilai masih cukup membebani pelaku usaha, khususnya sektor UMKM dan IKM.

Diskusi yang berlangsung secara interaktif menghasilkan berbagai masukan konstruktif dari para anggota. Salah satu kesimpulan penting yang mengemuka adalah perlunya memperkuat posisi APRISINDO sebagai wadah bersama seluruh pelaku industri alas kaki tanpa membedakan skala usaha. Organisasi diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pelaku industri dan pemerintah, sekaligus menjadi motor penggerak peningkatan kapasitas anggota.

DPD APRISINDO Jawa Barat juga menyampaikan sejumlah harapan kepada DPN, antara lain penguatan advokasi di tingkat nasional, penyediaan data dan informasi pasar yang lebih komprehensif, program business matching, pelatihan teknis berkelanjutan, pengembangan katalog digital anggota, optimalisasi website APRISINDO, serta perluasan akses pasar ekspor bagi anggota yang telah siap bersaing di pasar internasional.

Menindaklanjuti berbagai aspirasi tersebut, DPN APRISINDO bergerak cepat dengan menyampaikan surat resmi kepada Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian sehari setelah kunjungan berlangsung. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi yang lebih erat antara APRISINDO dan pemerintah dalam pembinaan industri alas kaki berbasis UMKM/IKM yang berorientasi pada pasar domestik.

DPN menilai bahwa karakteristik anggota DPD Jawa Barat maupun Jawa Timur memiliki kesamaan, yakni didominasi oleh pelaku usaha yang fokus melayani pasar dalam negeri dan memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi usaha yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing tinggi. Oleh karena itu, program pembinaan yang terarah dan berkelanjutan sangat diperlukan agar UMKM dan IKM alas kaki dapat naik kelas dan menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri nasional.

Kunjungan kerja DPN APRISINDO ke DPD Jawa Barat menjadi bukti nyata komitmen organisasi dalam membangun komunikasi dua arah antara pusat dan daerah. Lebih dari sekadar agenda organisasi, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran APRISINDO sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus rumah bersama bagi seluruh pelaku industri alas kaki Indonesia.

Melalui sinergi yang semakin kuat antara DPN dan DPD, APRISINDO optimistis dapat mendorong terciptanya regenerasi kepemimpinan organisasi yang berkelanjutan, memperkuat daya saing industri alas kaki nasional, serta menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi anggota. Pada akhirnya, keberadaan APRISINDO di Jawa Barat diharapkan mampu menjadi wadah advokasi, pembinaan, dan pengembangan usaha yang semakin efektif sehingga industri alas kaki daerah dapat tumbuh lebih maju, tangguh, dan berkelanjutan. (redaksi)

admin

admin

Next Post
Grand Opening Bocorocco Boutique di Summarecon Mall Bekasi 2, Hadirkan Inovasi Sepatu Kesehatan Berteknologi Italia

Grand Opening Bocorocco Boutique di Summarecon Mall Bekasi 2, Hadirkan Inovasi Sepatu Kesehatan Berteknologi Italia

Popular News

  • PT. POU YUEN INDONESIA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GLOSTAR INDONESIA,PT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CHANG SHIN INDONESIA, PT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MANGUL JAYA, PT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT. BERKAT GANDA SENTOSA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

By Categories

  • Agenda Pameran
  • Assosiate Member
  • Component
  • Newsletter
  • Producer
  • Profile
  • Traders
  • Uncategorized
Aprisindo

Komplek Harmoni Plaza Blok B No.32
Jl. Suryopranoto, Kel. Petojo Utara,
Kec. Gambir Jakarta Pusat 10130
Telp. : (021) 6321 555
Email : aprisindopusat@yahoo.co.id
WA : 0812 5222 3752

Berita Terbaru

  • Sekjen APRISINDO Jadi Narasumber Bisnis Indonesia Forum, Dorong Reindustrialisasi untuk Perkuat Daya Saing Industri Padat Karya
  • APRISINDO dan BPJPH Bangun Pemahaman Bersama Implementasi Sertifikasi Halal pada Industri Alas Kaki
  • APRISINDO Hadiri Konferensi Internasional IFC ke-43 di Kamboja, Paparkan Perkembangan Industri Alas Kaki Indonesia
  • Grand Opening Bocorocco Boutique di Summarecon Mall Bekasi 2, Hadirkan Inovasi Sepatu Kesehatan Berteknologi Italia
  • DPN APRISINDO Pusat Perkuat Sinergi dengan DPD APRSINDO Jabar, Dorong UMKM/IKM Alas Kaki Pasar Domestik Naik Kelas

Tentang Kami

  • Menejemen
  • Visi dan Misi
  • Profile Aprisindo
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  • Katalog

Follow Social Media

@aprisindo.pusat
  • Registration Member
  • Layanan Pengaduan
  • Hubungi Kami

© 2025 APRISINDO - Asosiasi Persepatuan Indonesia

slot online slot anti rungkad sultan 77 jasa seo kapten 77 Slot gacor
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • VISI & MISI
    • MANAJEMEN
  • MEMBER
    • REGISTRASI MEMBER
  • NEWSLETTER
  • KATALOG
  • HUBUNGI

© 2025 APRISINDO - Asosiasi Persepatuan Indonesia