• Registration Member
  • Layanan Pengaduan
Monday, August 24, 2026
Aprisindo
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • VISI & MISI
    • MANAJEMEN
  • MEMBER
    • REGISTRASI MEMBER
  • NEWSLETTER
  • KATALOG
  • HUBUNGI
No Result
View All Result
Aprisindo
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • VISI & MISI
    • MANAJEMEN
  • MEMBER
    • REGISTRASI MEMBER
  • NEWSLETTER
  • KATALOG
  • HUBUNGI
No Result
View All Result
Aprisindo
Home Newsletter

APRISINDO Hadiri Pertemuan APINDO dan Gubernur Jawa Tengah, Bahas Penguatan Iklim Investasi dan Daya Saing Industri

admin by admin
24/08/2026
in Newsletter
0
APRISINDO Hadiri Pertemuan APINDO dan Gubernur Jawa Tengah, Bahas Penguatan Iklim Investasi dan Daya Saing Industri

Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO) turut menghadiri pertemuan antara Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang berlangsung di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas berbagai langkah dalam memperkuat iklim investasi di Jawa Tengah guna mendukung pertumbuhan industri nasional, termasuk sektor alas kaki yang menjadi salah satu industri padat karya andalan Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspek yang dinilai penting untuk meningkatkan daya saing daerah sebagai tujuan investasi menjadi fokus pembahasan. Mulai dari pengembangan infrastruktur, peningkatan kapasitas pelabuhan, konektivitas jalan, kemudahan perizinan, hingga kepastian regulasi yang mendukung kegiatan usaha. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Jawa Tengah bagi investor domestik maupun internasional.

Ketua Umum APRISINDO Anton J. Supit  hadir dalam pertemuan tersebut menyambut positif komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. Menurutnya, dukungan infrastruktur dan regulasi yang kompetitif menjadi faktor penting bagi keberlangsungan industri manufaktur, khususnya industri alas kaki yang selama ini banyak berkembang di wilayah Jawa Tengah.

Sementara itu, APINDO menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat investasi manufaktur terdepan di Asia Tenggara. Bahkan, daerah ini dinilai memiliki kemampuan untuk bersaing dengan Vietnam yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu tujuan utama investasi global di sektor manufaktur.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Bob Azam, mengatakan bahwa Jawa Tengah memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi daya tarik utama bagi investor. Keunggulan tersebut antara lain iklim investasi yang relatif kondusif, ketersediaan lahan industri yang memadai, infrastruktur yang terus berkembang, serta tersedianya tenaga kerja dalam jumlah besar dengan tingkat upah yang kompetitif.

“Keunggulan Jawa Tengah juga didukung oleh keberadaan kawasan industri yang tersebar di berbagai wilayah strategis. Kawasan industri tersebut mampu memberikan kemudahan bagi investor dalam membangun fasilitas produksi sekaligus mempercepat proses operasional perusahaan,” ujar Bob Azam dalam keterangannya.

Menurut Bob, keberadaan kawasan industri berskala besar seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan kawasan industri di Kabupaten Kendal telah memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Kedua kawasan tersebut berhasil menarik investasi dalam jumlah besar dari berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, elektronik, tekstil, hingga alas kaki.

Ia mencontohkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada tahun 2025 telah mencapai sekitar 9 persen, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investasi mampu menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi daerah dan menciptakan efek berganda terhadap sektor lainnya.

“Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kendal pada 2025 sudah mencapai sekitar 9 persen, jauh di atas rata-rata nasional. Jadi untuk kompetisi dengan Vietnam dan negara lain tidak perlu Indonesia, cukup Jawa Tengah saja,” kata Bob.

Selain pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sejumlah daerah di Jawa Tengah juga memiliki tingkat efisiensi investasi yang baik. Hal tersebut tercermin dari nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang relatif rendah. Semakin rendah nilai ICOR, semakin efisien suatu daerah dalam mengubah investasi menjadi pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini menjadi salah satu indikator penting yang diperhatikan investor ketika menentukan lokasi investasi baru.

Dalam kesempatan yang sama, APINDO juga menyampaikan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang tengah mengupayakan berbagai proyek pengembangan infrastruktur penunjang kawasan industri. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas logistik dan memperlancar arus ekspor-impor.

Selain itu, rencana pembangunan dry port atau pelabuhan darat di kawasan Batang dan Kendal juga dinilai akan memberikan dampak positif terhadap efisiensi rantai pasok industri. Kehadiran fasilitas tersebut akan mempermudah proses distribusi barang, mengurangi biaya logistik, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Bob menegaskan bahwa kelengkapan infrastruktur merupakan faktor penting dalam meningkatkan daya saing suatu daerah. Dengan dukungan pelabuhan, jaringan jalan, kawasan industri, dan fasilitas logistik yang terintegrasi, Jawa Tengah diyakini mampu menjadi salah satu tujuan investasi paling kompetitif di Indonesia.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa investasi merupakan salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, pembangunan tidak dapat sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah, melainkan memerlukan kontribusi sektor swasta melalui investasi yang produktif.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD dalam membangun wilayah, tetapi ada juga investasi,” ujar Luthfi.

Ia menjelaskan bahwa posisi geografis Jawa Tengah yang berada di tengah Pulau Jawa memberikan keuntungan strategis bagi kegiatan industri dan logistik. Lokasi tersebut memudahkan distribusi barang ke berbagai wilayah di Indonesia sekaligus memperkuat konektivitas antarpusat ekonomi nasional.

Selain faktor lokasi, Jawa Tengah juga memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan tenaga kerja yang melimpah dengan tingkat upah yang kompetitif. Kemudahan dalam proses perizinan dan dukungan pemerintah daerah terhadap dunia usaha juga menjadi faktor penting yang terus diperkuat guna meningkatkan kepercayaan investor.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjut Luthfi, terus melakukan promosi investasi secara aktif kepada calon investor dari dalam maupun luar negeri. Berbagai peluang investasi yang tersedia di sektor manufaktur, infrastruktur, energi, logistik, hingga industri padat karya terus diperkenalkan melalui forum bisnis dan kerja sama internasional.

Bagi industri alas kaki yang selama ini menjadi salah satu sektor unggulan ekspor Indonesia, penguatan iklim investasi di Jawa Tengah dinilai sangat penting. Wilayah ini telah menjadi basis produksi berbagai merek global dan nasional, sehingga keberlanjutan investasi akan berkontribusi langsung terhadap peningkatan ekspor, penyerapan tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, asosiasi pengusaha, dan pelaku industri seperti APRISINDO, Jawa Tengah diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat manufaktur dan investasi paling kompetitif di Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik serta iklim usaha yang kondusif, provinsi ini diyakini memiliki peluang besar untuk menarik lebih banyak investasi global di masa mendatang. (redaksi)

admin

admin

Next Post
DPN APRISINDO Pusat Perkuat Sinergi dengan DPD APRSINDO Jabar, Dorong UMKM/IKM Alas Kaki Pasar Domestik Naik Kelas

DPN APRISINDO Pusat Perkuat Sinergi dengan DPD APRSINDO Jabar, Dorong UMKM/IKM Alas Kaki Pasar Domestik Naik Kelas

Popular News

  • PT. POU YUEN INDONESIA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GLOSTAR INDONESIA,PT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CHANG SHIN INDONESIA, PT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MANGUL JAYA, PT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT. BERKAT GANDA SENTOSA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

By Categories

  • Agenda Pameran
  • Assosiate Member
  • Component
  • Newsletter
  • Producer
  • Profile
  • Traders
  • Uncategorized
Aprisindo

Komplek Harmoni Plaza Blok B No.32
Jl. Suryopranoto, Kel. Petojo Utara,
Kec. Gambir Jakarta Pusat 10130
Telp. : (021) 6321 555
Email : aprisindopusat@yahoo.co.id
WA : 0812 5222 3752

Berita Terbaru

  • Sekjen APRISINDO Jadi Narasumber Bisnis Indonesia Forum, Dorong Reindustrialisasi untuk Perkuat Daya Saing Industri Padat Karya
  • APRISINDO dan BPJPH Bangun Pemahaman Bersama Implementasi Sertifikasi Halal pada Industri Alas Kaki
  • APRISINDO Hadiri Konferensi Internasional IFC ke-43 di Kamboja, Paparkan Perkembangan Industri Alas Kaki Indonesia
  • Grand Opening Bocorocco Boutique di Summarecon Mall Bekasi 2, Hadirkan Inovasi Sepatu Kesehatan Berteknologi Italia
  • DPN APRISINDO Pusat Perkuat Sinergi dengan DPD APRSINDO Jabar, Dorong UMKM/IKM Alas Kaki Pasar Domestik Naik Kelas

Tentang Kami

  • Menejemen
  • Visi dan Misi
  • Profile Aprisindo
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  • Katalog

Follow Social Media

@aprisindo.pusat
  • Registration Member
  • Layanan Pengaduan
  • Hubungi Kami

© 2025 APRISINDO - Asosiasi Persepatuan Indonesia

slot online slot anti rungkad sultan 77 jasa seo kapten 77 Slot gacor
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • VISI & MISI
    • MANAJEMEN
  • MEMBER
    • REGISTRASI MEMBER
  • NEWSLETTER
  • KATALOG
  • HUBUNGI

© 2025 APRISINDO - Asosiasi Persepatuan Indonesia