Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO) bersama PT. Krista Exhibition menggelar pertemuan strategis pada 13 Juni 2026 di Jakarta guna membahas persiapan penyelenggaraan Indo Leather & Footwear (ILF) 2026, yang akan berlangsung pada 5–7 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pelaku industri alas kaki dan penyelenggara pameran dalam menghadirkan ajang bisnis yang mampu mendorong pertumbuhan sektor kulit dan alas kaki nasional. Melalui koordinasi yang intensif sejak awal, kedua pihak berharap ILF 2026 dapat menjadi salah satu pameran industri terbesar yang mempertemukan produsen, pemasok bahan baku, pelaku usaha, investor, hingga pembeli dari dalam dan luar negeri.
Adapun agenda penting pada kegiatan Pameran ILF-IGT 2026 yaitu dalam rangka memperkuat UMKM/IKM dan pelaku industri lokal, serta kegiatan Manufacturing Forum 2026 sebagai forum akademisi dan peluang akses pasar IEU-CEPA. Dari pihak APRISINDO, pertemuan dihadiri oleh Ketua Umum Anton J. Supit dan Sekretaris Jenderal Yoseph Billie Dosiwoda, sementara dari PT. Krista Exhibition hadir Daud D. Salim CEO & Founder, bersama Tita Soendoro dan Nugraha Sukmawijaya.
Dalam suasana diskusi yang konstruktif, para peserta membahas berbagai agenda penting terkait pelaksanaan pameran, termasuk rencana kerja sama, konsep kegiatan, strategi promosi, serta langkah-langkah untuk meningkatkan partisipasi pelaku industri. Ketua Umum APRISINDO Anton J. Supit menegaskan pentingnya penyelenggaraan pameran industri sebagai sarana memperkuat daya saing sektor alas kaki Indonesia. Menurutnya, ILF 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga wadah untuk memperluas jaringan bisnis, memperkenalkan teknologi terbaru, serta membuka peluang investasi baru bagi industri nasional.
“Pameran seperti ILF memiliki peran penting dalam mempertemukan seluruh rantai pasok industri, mulai dari penyedia bahan baku, produsen mesin, hingga perusahaan manufaktur alas kaki. Dengan kolaborasi yang baik, acara ini dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan industri nasional,” ungkap Anton dalam pertemuan tersebut. Sementara itu, pihak PT. Krista Exhibition menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan penyelenggaraan pameran yang profesional dan berkualitas. Sebagai penyelenggara yang telah berpengalaman dalam berbagai pameran industri, Krista Exhibition menargetkan ILF 2026 dapat menarik lebih banyak peserta dan pengunjung bisnis dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah program yang akan menjadi daya tarik utama selama pameran berlangsung. Selain menampilkan berbagai produk dan teknologi terkini di bidang kulit dan alas kaki, ILF 2026 direncanakan menghadirkan seminar, forum bisnis, kegiatan business matching, serta sesi diskusi yang melibatkan pelaku industri, asosiasi, dan pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai perkembangan tren industri global, inovasi teknologi produksi, hingga strategi peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar internasional. Dengan demikian, pameran tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga menjadi pusat pertukaran informasi dan pengetahuan bagi para pelaku usaha.
Industri alas kaki Indonesia sendiri saat ini merupakan salah satu sektor manufaktur yang memiliki kontribusi penting terhadap ekspor nasional dan penyerapan tenaga kerja. Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen alas kaki terbesar di dunia, sehingga penguatan ekosistem industri melalui kegiatan pameran dan promosi menjadi langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan sektor tersebut. Melalui kerja sama yang erat antara APRISINDO dan PT. Krista Exhibition, penyelenggaraan Indo Leather & Footwear 2026 diharapkan dapat berjalan sukses serta memberikan dampak positif bagi pengembangan industri kulit dan alas kaki nasional. Selain memperluas peluang bisnis, ajang ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri Indonesia di tengah persaingan pasar global yang semakin dinamis. (redaksi)


